Jakarta, Gesuri.id — Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI menegaskan komitmennya untuk mengawal transformasi para pengemudi ojek online (ojol) agar dapat naik kelas menjadi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Langkah ini diharapkan dapat membuka peluang usaha baru yang lebih berkelanjutan bagi para mitra pengemudi.
Baca: Kisah Perjuangan Ganjar dari Mahasiswa Sampai Jadi Capres
Anggota DPR RI Banyu Biru Djarot menyatakan bahwa para driver online memiliki peran yang sangat strategis dalam roda perekonomian nasional. Sektor transportasi berbasis aplikasi ini tidak hanya mempermudah mobilitas masyarakat, tetapi juga menjadi salah satu penopang utama aktivitas ekonomi digital di Indonesia.
Oleh karena itu, para pengemudi ojol dinilai perlu mendapatkan dukungan nyata dari pemerintah. Salah satu bentuk dukungan strategis yang diusulkan adalah penyediaan akses permodalan yang lebih luas dan terjangkau melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR).
Pihak Senayan menekankan bahwa transformasi ini tidak akan berjalan optimal tanpa adanya payung hukum yang kuat. Pemerintah diminta untuk segera merumuskan regulasi yang jelas terkait perlindungan dan hak-hak para pengemudi yang ingin merambah dunia wirausaha.
"Para ojol jadi pengusaha UMKM? Kita kawal dari Senayan! Yang dibutuhkan saat ini bukan hanya penetapan status, tetapi juga kepastian hukum yang jelas bagi mereka," ujar Banyu dalam keterangan resminya, Rabu (15/7/2026).
Selain payung hukum, tantangan terbesar yang dihadapi dalam penyaluran modal ini adalah masalah administratif. Proses verifikasi dan validasi calon penerima bantuan modal sering kali terhambat oleh basis data yang belum sinkron antarlebaga.
Untuk itu, integrasi data antara aplikator penyedia layanan transportasi, perbankan, dan kementerian terkait menjadi hal yang krusial. Sistem data yang terpadu akan mempermudah penyaringan mitra ojol yang benar-benar memiliki potensi dan minat untuk mengembangkan usaha sampingan.
Baca: Inilah Profil dan Biodata Ganjar Pranowo
"Perlu ada integrasi data yang valid dan mekanisme pembiayaan yang tepat. Hal ini penting agar fasilitas KUR benar-benar dapat diakses dan dimanfaatkan secara optimal oleh para pengemudi di lapangan," tambahnya.
Melalui sinergi yang kuat antara legislatif dan eksekutif, program pembiayaan yang inklusif ini diharapkan dapat menjadi solusi jangka panjang. Langkah nyata ini tidak hanya memperkuat sektor UMKM nasional, tetapi juga menjadi instrumen efektif dalam meningkatkan kesejahteraan hidup keluarga para pekerja mandiri tersebut.

















































































