Ikuti Kami

DPR Dukung Proyek Jalur Sutra Modern

DPR percaya BRI dapat mendukung pembangunan serta meningkatkan konektivitas antar masyarakat yang dilalui jalur tersebut.

DPR Dukung Proyek Jalur Sutra Modern
Ilustrasi rute jalur sutra kuno. (en.wikipedia.org)

Jakarta, Gesuri.id – DPR RI mendukung rencana proyek Jalur Sutra Modern yang dijalankan Republik Rakyat Tiongkok (RRT) melalui program Belt and Road Initiative (BRI).

DPR percaya BRI dapat mendukung pembangunan serta meningkatkan konektivitas antar masyarakat yang dilalui jalur tersebut. Proyek ini mampu menghubungkan masyarakat global.

Baca: Program Sister City, Tiongkok Siap Belajar dari Surabaya

"Kami selaku pimpinan, menyambut baik Belt and Road Initiative. Konsep ini hadir untuk saling menguatkan dan mensejahterakan masyarakat global," kata Wakil Ketua DPR RI Utut Adianto saat menerima kunjungan Wakil Ketua Komite Tetap Kongres Rakyat Nasional (NPC) Republik Rakyat Tiongkok Ji Bingxuan beserta delegasi di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta. 

Politisi PDI Perjuangan ini mengatakan hubungan diplomatik kedua negara telah berlangsung lama dan saling menguntungkan. Ia juga mendorong hubungan antarparlemen kedua negara perlu ditingkatkan lagi.

Sebagai bentuk dukungan konkrit terhadap proyek tersebut, Utut mendorong dibentuknya task force atau gugus tugas. Gugus tugas yang akan dibentuk dari tim ahli ekonomi, perdagangan, dan infrastruktur ini akan mempelajari secara seksama Jalur Sutra Modern sehingga nantinya bisa memberikan masukan kepada pemerintah. 

"Jalur Sutra Modern akan kita wujudkan untuk kemajuan kedua bangsa," tambahnya.

Dalam kunjungan tersebut, Ji Bingxuan yang juga merangkap sebagai Ketua China Association for International Understanding (CAFIU) menyampaikan Indonesia-RRT mempunyai ikatan sejarah peradaban yang panjang. Jalur sutra telah menjadi sarana dan memainkan peranan penting dalam proses akulturasi masyarakat di kawasan yang dilalui rute tersebut. 

Menurutnya, tak sedikit produk pertanian bahkan peradaban RRT yang juga hasil akulturasi, sekaligus menandai masuknya peradaban Islam.

Ia mengibaratkan jalur sutra kuno merupakan pintu yang sudah terbuka, tinggal bagaimana kembali membangun aktivitas perdagangan di jalur tersebut.

Baca: Keren, Buah Manggis Asal Bali Jadi Primadona Tiongkok

Karena itu, lanjutnya, RRT optimis hadirnya Jalur Sutra Modern dapat menjadi sarana penghubung politik dan ekonomi antarnegara yang mendukung Belt and Road Initiative, sehingga dapat menikmati pembangunan dan pertumbuhan ekonomi bersama.

"BRI bukan hanya untuk Tiongkok, tetapi melalui pembangunan BRI bisa menyambungkan seluruh negara sehingga kita dapat saling belajar dan membangun bersama. Tujuannya membangun dunia lebih damai dan harmonis," ungkapnya.

Quote