Jakarta, Gesuri.id - Wakil Ketua Komisi XII DPR RI Dony Maryadi Oekon mendorong pemerintah memperkuat strategi pemenuhan pasokan gas nasional untuk menjamin kebutuhan energi sektor industri yang terus meningkat.
Pasalnya, ketersediaan energi menjadi faktor penting dalam menjaga daya saing industri sekaligus mendukung target swasembada energi.
Hal tersebut disampaikan Dony saat memimpin Kunjungan Kerja Reses Komisi XII DPR RI di Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Rabu (23/7/2026). Ia menjelaskan, produksi gas nasional yang mengalami penurunan perlu segera diantisipasi agar tidak mengganggu aktivitas industri.
Baca: Inilah Profil dan Biodata Ganjar Pranowo
Dalam jangka pendek, ia menilai Liquefied Natural Gas (LNG) dapat menjadi solusi untuk menutup kekurangan pasokan sebelum peningkatan produksi gas nasional terealisasi. "Satu-satunya alternatif yang paling cepat adalah menggunakan LNG yang diregasifikasi, kemudian disalurkan melalui jaringan pipa untuk memenuhi kebutuhan industri," ujar Dony.
Menurut Politisi Fraksi PDI-Perjuangan itu, pemerintah perlu mengoptimalkan pemanfaatan pasokan LNG yang tersedia di dalam negeri, termasuk dari Sulawesi, Papua, dan Kilang Badak, sembari terus mendorong pengembangan sumber-sumber gas baru. Ia menegaskan, upaya peningkatan produksi gas domestik harus menjadi prioritas agar Indonesia mampu memenuhi kebutuhan energi nasional tanpa bergantung pada impor.
Selain memastikan pasokan energi bagi sektor industri, Dony juga menyoroti pentingnya percepatan pembangunan jaringan gas rumah tangga (jargas). Menurutnya, program tersebut dapat mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap LPG sekaligus meningkatkan efisiensi distribusi energi.
"Jaringan gas harus terus diaktifkan untuk mengantisipasi meningkatnya kebutuhan energi masyarakat sekaligus mengurangi penggunaan LPG," katanya.
Meski demikian, ia mengakui pembangunan jaringan gas perlu disesuaikan dengan karakteristik wilayah. Jargas dinilai lebih efektif diterapkan di kawasan permukiman padat yang memungkinkan pembangunan jaringan pipa dilakukan secara efisien, sedangkan wilayah terpencil memerlukan pendekatan berbeda karena investasi infrastruktur yang relatif tinggi.
Baca: Ganjar Bangga dengan Kualitas Bahan Aspal Karya Anak Bangsa
Ia juga menambahkan, pengembangan sektor minyak dan gas bumi harus terus didorong sejalan dengan meningkatnya kebutuhan energi nasional. Menurutnya, eksplorasi dan peningkatan produksi menjadi kunci untuk memperkuat ketahanan energi Indonesia.
"Peningkatan produksi harus terus dilakukan karena kebutuhan energi kita sangat tinggi. Target kita adalah swasembada energi sehingga tidak terus bergantung pada impor," tegasnya.
Melalui fungsi pengawasan, Komisi XII DPR RI akan terus mendorong pemerintah mempercepat pengembangan sektor minyak dan gas bumi, memperkuat infrastruktur distribusi energi, serta memastikan ketersediaan pasokan gas nasional guna mendukung pertumbuhan industri dan kebutuhan masyarakat.
















































































