Ikuti Kami

Berkaca dari Sejarah PDI Perjuangan Setuju dengan Pernyataan Menohok Pramono Anung

PDI Perjuangan menilai pandangan tersebut lahir dari pengalaman panjang Pramono di dunia politik nasional.

Berkaca dari Sejarah PDI Perjuangan Setuju dengan Pernyataan Menohok Pramono Anung
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo.

Jakarta, Gesuri.id — PDI Perjuangan menyetujui pernyataan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung yang menyebut politisi yang memutuskan hengkang dari partainya tidak pernah menjadi lebih besar. 

PDI Perjuangan menilai pandangan tersebut lahir dari pengalaman panjang Pramono di dunia politik nasional.

Ketua DPP PDI Perjuangan Andreas Hugo Pareira menegaskan bahwa Pramono Anung merupakan sosok politisi senior yang kenyang pengalaman, baik di ranah legislatif maupun eksekutif. Pramono dicatat telah melalui berbagai dinamika politik penting bersama PDI Perjuangan.

Baca: 

"Mas Pram (Pramono Anung) berbicara berdasarkan pengalaman. Beliau telah menyaksikan banyak rekan yang dulunya berjuang bersama, lalu memilih meninggalkan PDI Perjuangan," ujar Andreas saat dikonfirmasi, Kamis (23/7/2026).

Andreas membeberkan, dinamika kepergian para kader tersebut terjadi dengan beragam cara. Ada yang berpamitan secara baik-baik, ada yang pergi secara diam-diam, hingga ada yang hengkang sembari melakukan manuver politik yang merugikan partai.

Namun, lanjut Andreas, rekam jejak menunjukkan belum ada satu pun dari mereka yang meraih kesuksesan lebih besar setelah keluar dari naungan partai.

"Dari pengalaman-pengalaman tersebut, benar apa yang disampaikan Mas Pram. Tidak ada yang menjadi besar; sebagian tenggelam dalam dinamika politik, bahkan ada yang bernasib lebih tragis," kata Andreas.

Baca: Inilah Profil dan Biodata Ganjar Pranowo

Pesan Pramono di Acara PKB

Pernyataan Pramono tersebut sebelumnya disampaikan saat menghadiri pelantikan Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) se-Indonesia di kawasan Kota Tua, Jakarta Barat, Rabu (22/7/2026).

Dalam sambutannya, Pramono mengulas hubungan pertemanannya yang panjang dengan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imin) sejak era gerakan mahasiswa 1998. Ia memuji kepemimpinan Cak Imin yang dinilainya tangguh mengemudikan PKB melewati berbagai masa sulit hingga meraih 68 kursi di DPR RI pada periode saat ini.

Di sela-sela acara tersebut, Pramono mengaku sempat berbisik dan bertukar pikiran dengan Cak Imin mengenai fenomena kader yang memilih keluar dari partai, baik di PDIP maupun PKB.

"Tadi saya bisik-bisik sama beliau, 'Cak, hafal tidak? Semua orang yang meninggalkan partainya tidak pernah ada yang menjadi besar.' Di PDI Perjuangan ada, di PKB juga ada," ujar Pramono di hadapan para kader PKB.

Quote