Magelang, Gesuri.id — Anggota Komisi IX DPR RI, Vita Ervina, menanggapi kasus dugaan keracunan massal yang menimpa warga usai mengonsumsi es buah di Kecamatan Kajoran, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.
Ia mengimbau masyarakat untuk tidak berspekulasi dan menunggu hasil pemeriksaan laboratorium resmi.
Tanggapan tersebut disampaikan Vita di sela-sela kegiatan resesnya di Kabupaten Magelang, Kamis (15/10).
Baca: 9 Prestasi Mentereng Ganjar Pranowo Selama Menjabat Gubernur
Ia menyampaikan rasa prihatin yang mendalam atas musibah tersebut.
"Saya juga mengapresiasi para tenaga kesehatan di rumah sakit dan puskesmas yang telah bekerja keras menyembuhkan serta menangani para pasien. Kita berikan dukungan penuh agar seluruh korban dapat segera pulih," ujar Vita.
Meski belum meninjau lokasi secara langsung, politisi DPR RI ini menegaskan fokus utamanya saat ini adalah memastikan penanganan medis korban berjalan optimal serta mendorong proses penyelidikan oleh pihak berwenang.
Menurut Vita, penyebab pasti gangguan kesehatan warga tidak boleh disimpulkan secara sepihak sebelum ada bukti ilmiah. Pengujian laboratorium sangat krusial untuk memastikan apakah cemaran berasal dari bahan makanan, es batu, atau faktor lingkungan lainnya.
"Kita tidak boleh menduga-duga. Kita tunggu hasil laboratorium, apakah dari bahan makanan atau dari esnya. Begitu sudah jelas, baru kita dapat mengambil tindakan konkret," tegasnya.
Ia menambahkan, hasil uji laboratorium tersebut akan menjadi dasar evaluasi menyeluruh bagi pemerintah daerah dan dinas terkait untuk menentukan langkah pencegahan ke depan.
Kasus di Kajoran ini diharapkan menjadi pelajaran berharga bagi seluruh lapisan masyarakat, khususnya para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di bidang kuliner, agar senantiasa menjaga kebersihan dan keamanan pangan.
Baca: Kisah Unik Ganjar Pranowo di Masa Kecilnya untuk Membantu Ibu
Vita mengingatkan bahwa reputasi dan kepercayaan konsumen merupakan aset vital bagi keberlangsung bisnis UMKM. Kasus keracunan makanan yang tidak teridentifikasi dengan jelas berpotensi merusak kepercayaan publik secara luas.
"Kepercayaan masyarakat itu sangat penting. Ketika produk makanan diragukan keamanannya akibat kejadian seperti ini, dampak ekonominya dapat mengganggu kelangsungan bisnis para pedagang itu sendiri," jelasnya.
Sembari menunggu hasil uji laboratorium keluar, Vita mengimbau para pedagang dan masyarakat luas untuk lebih teliti dalam memilih serta mengolah bahan baku makanan dan minuman agar sesuai dengan standar kesehatan.

















































































