Jakarta, Gesuri.id - Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, melaksanakan kegiatan pembinaan kepegawaian bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) di lingkungan Sekretariat DPRD (Setwan) pada Jumat (30/1/2026).
Dalam acara tersebut, Bupati menekankan pentingnya rasa syukur terhadap fasilitas kerja yang memadai serta perlunya menjaga integritas dan profesionalisme di tengah tantangan zaman.
Endah Subekti menyampaikan bekerja di Sekretariat DPRD merupakan sebuah keberkahan. Selain kenyamanan fisik, para pegawai Setwan, termasuk P3K paruh waktu, memiliki kesempatan untuk mendapatkan pengalaman yang luas.
Pengalaman tersebut bisa diperoleh melalui pendampingan dalam kunjungan kerja, baik di dalam maupun luar daerah, yang tidak selalu dirasakan oleh pegawai di dinas lain.
"DPRD ini adalah universitas kehidupan yang luar biasa bagi Bapak dan Ibu," ujar Endah.
Ia menjelaskan bekerja di Setwan memberikan kesempatan untuk mempelajari banyak hal, mulai dari urusan infrastruktur, lingkungan hidup, hingga anggaran, karena pegawai Setwan bersinggungan langsung dengan berbagai komisi dan mitra kerja eksekutif.
Meski demikian, Endah mengingatkan para pegawai untuk selalu menjaga etika dan profesionalisme dalam bekerja. Ia menekankan pentingnya bijak dalam menggunakan teknologi dan media sosial.
"Penggunaan gawai yang berlebihan bisa mengurangi ikatan emosional antarmanusia, termasuk dalam keluarga," tambahnya.
Ia juga mengingatkan agar para pegawai berhati-hati dalam bermedia sosial agar tidak terjerat oleh UU ITE atau terlibat dalam tindakan yang dapat merusak citra ASN.
"Setiap tindakan individu ASN mencerminkan reputasi pemerintah daerah," tegasnya.
Lebih lanjut, Endah mengingatkan ASN yang melanggar aturan, termasuk dalam urusan rumah tangga seperti perceraian, harus mendapatkan izin dari Bupati sebagai bagian dari pengawasan dan pembinaan.
Sebagai unsur pendukung DPRD, Endah menegaskan pegawai Setwan harus memahami perbedaan karakter kerja antara eksekutif yang memiliki disiplin administratif dengan anggota legislatif yang memiliki hak-hak politik tertentu, seperti fleksibilitas kehadiran dalam rapat.
Di akhir pembinaan, Ia berharap para pegawai dapat bekerja dengan lebih tenang, aman secara ekonomi, dan tetap berpegang teguh pada hati nurani dalam menjalankan tugas pelayanan publik.
"Jika hati kita bersih, bisikan nurani akan menjadi guru sejati dalam membimbing setiap langkah kita," tutup Endah.
Dengan pembinaan ini, Bupati berharap para pegawai Setwan dapat terus meningkatkan kinerja dan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Gunungkidul.

















































































