Ikuti Kami

Erwin Usman Desak Pelaku Korupsi Thosida Dihukum Berat 

Keempat tersangka itu adalah  mantan Kadis ESDM Sultra (BHR), General Manager  PT Toshida, Dirut PT Toshida, dan Kabid Minerba ESDM.

Erwin Usman Desak Pelaku Korupsi Thosida Dihukum Berat 
Direktur Eksekutif Indonesia Mining and Energy Studies (IMES), Erwin Usman.

Kendari, Gesuri.id - Direktur Eksekutif Indonesia Mining and Energy Studies (IMES), Erwin Usman menanggapi keputusan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Tenggara (Sultra) yang menetapkan 4 tersangka kasus tindak pidana korupsi PT Thosida, Kamis, (17/6/2021).

Keempat tersangka itu adalah  mantan Kadis ESDM Sultra (BHR), General Manager  PT Toshida, Dirut PT Toshida, dan Kabid Minerba ESDM. Kerugian negara ditaksir Rp 152 miliar.

Baca: Hasanuddin Desak Singapura Izinkan Pemulangan Adelin Lis

Erwin menyatakan, berkaca dari kasus korupsi SDA sebelumnya, dia menuntut agar Kejati tidak menuntut ringan dan menghukum ringan para pelaku korupsi tersebut. 

"Itu kalau Kejati mau masyarakat percaya hukum benar adil," ujar Erwin, yang juga kader PDI Perjuangan Sultra itu.  

Erwin pun meminta Kejati mengejar perusahaan lainnya yang terlibat dalam kasus ini. 

Selain itu, menurut Erwin, yang tak kalah penting dilakukan adalah melakukan langkah due deligence atas semua Izin Usaha Pertambangan  (IUP) di Sultra yang terbit sejak 2009.

" Ada sekitar 500 izin. Cek baik kewajiban finansialnya, maupun praktik kejahatan lingkungannya. Mulai dari level atas, yang kakap, jangan yang kelas teri dan ecek-ecek," tegas Erwin. 

Baca: Bobby Instruksikan Bongkar Bangunan di Atas Drainase

Erwin juga menuntut pengecekan terhadap mekanisme pengawasan internal Gubernur Sultra atas operasional tambang yang ada.

Sebab, praktik jahat di sektor SDA ini sudah lama dibiarkan. 

"Masyarakat sipil, pers, aktvis, kampus harus mengawasi terus perkembangan kasusnya. Jangan lengah. Jangan sampai lenyap lagi tak berbekas. Atau diputus dengan hukuman rendah. Kita peringati sejak awal, karena ini bukan hal pertama kali," tegas Erwin.

Quote