Ikuti Kami

Evita Nursanty Pimpin Rombongan DPR RI 'Belanja Masalah' di Batang Industrial Park

Evita menerangkan, hal ini menjadi catatan Komisi VII untuk mencari solusi permasalahan tersebut.

Evita Nursanty Pimpin Rombongan DPR RI 'Belanja Masalah' di Batang Industrial Park
Ketua Tim Kunjungan Panja Daya Saing Industri Evita Nursanti.

Jakarta, Gesuri.id - Panitia Kerja (Panja) Daya Saing Industri Komisi VII DPR RI melakukan kunjungan kerja ke Batang Industrial Park (BIP), Kamis (27/11). 

Ketua Tim Kunjungan Panja Daya Saing Industri Evita Nursanti mengatakan, kunjungan ini ditujukan untuk ‘belanja’ masalah di kawasan industri. 

Dalam pertemuan dengan pengelola kawasan Batang Industrial Park(BIP), Tim Panja menerima 5 masalah. Permasalahan itu terkait infrastruktur di luar kawasan industri, dan masalah tukar menukar tanah kas desa.

Baca: Ganjar Pranowo Tegaskan Marsinah Lebih Layak

Kemudian, terkait masalah air bersih, dan banyaknya oknum dan LSM yang mengatasnamakan desa. Yang terakhir, yaitu masalah pengembangan kawasan industri yang masih menunggu revisi tata ruang wilayah.

Evita menerangkan, hal ini menjadi catatan Komisi VII untuk mencari solusi permasalahan tersebut. Ia menilai, permasalahan ini tidak bisa hanya diselesaikan oleh Kementerian Perindustrian saja, tetapi lintas kementerian dan lembaga.

“Pada awal tahun nanti, Komisi VII dalam pembahasan Panja Daya Saing, RUU kawasan industri, akan mengundang lintas kementerian dan lembaga terkait. Duduk bersama mencari solusi dari permasalahan yang ada,” ujarnya.

Dia menjelaskan, permasalahan itu sebetulnya bukan kategori masalah sulit. Hanya saja, perlu koordinasi lintas kementerian, lembaga, pemerintah pusat, hingga pemerintah kabupaten. 

Baca: Gerakan Menanam Pohon Harus Jadi Kesadaran Kolektif Bangsa

"Kita harus memperkuat koordinasi seperti yang dilakukan oleh negara Thailand, Vietnam. Mereka itu satu pintu, jadi satu atap,” jelasnya.

Evita mengungkapkan, pergantian pejabat seperti kepala balai juga menyebabkan perubahan aturan yang berdampak pada keberlangsungan kawasan industri. Salah satunya terkait akses jalan yang sudah berjalan dua tahun.

“Sekarang masih menggunakan akses jalan yang kecil, padahal mereka sudah mempunyai akses jalan yang besar. Karena belum ada sinkronisasi, jadi pending,” ungkapnya.

Quote