Jakarta, Gesuri.id – Perhelatan Piala Dunia (FIFA World Cup) 2026 terbukti tidak sekadar menjadi panggung hiburan lapangan hijau, melainkan juga mesin penggerak roda perekonomian masyarakat.
Hal tersebut ditegaskan oleh Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Evita Nursanty. Menurutnya, antusiasme tinggi masyarakat dalam menyemarakkan turnamen sepak bola terbesar di dunia ini membawa dampak positif yang masif bagi sektor riil.
"Perhelatan FIFA World Cup 2026 kembali membuktikan bahwa ajang olahraga internasional bukan hanya menjadi tontonan, tetapi juga mampu menggerakkan roda perekonomian masyarakat," ujar Evita saat dihubungi dari Jakarta, Kamis (16/7).
Baca: Inilah Profil dan Biodata Ganjar Pranowo
Evita menjelaskan bahwa semarak Piala Dunia 2026—salah satunya melalui maraknya aktivitas nonton bareng (nobar) di berbagai daerah—telah menciptakan efek domino (multiplier effect) yang signifikan bagi sektor ekonomi. Manfaat ini dirasakan langsung oleh para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) hingga industri jasa.
Beberapa sektor yang kecipratan berkah ekonomi ini antara lain:
- Kuliner: Pedagang makanan dan minuman yang meraup untung dari titik-titik kumpul nobar.
- Industri Kreatif: Produsen merchandise (atribut timnas/negara) dan jasa percetakan.
- Penyedia Jasa & Hiburan: Penyedia layar lebar, sistem suara (sound system), hingga promotor acara (event organizer).
- Akomodasi & Mobilitas: Sektor transportasi darat hingga perhotelan.
"Momentum seperti ini memberikan manfaat nyata bagi pelaku usaha kecil yang menjadi tulang punggung ekonomi nasional," tambah legislator dari Fraksi PDI Perjuangan tersebut.
Melihat besarnya potensi tersebut, Wakil Rakyat dari Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Tengah III ini mendorong pemerintah agar lebih jeli dalam memanfaatkan setiap agenda internasional di masa mendatang sebagai peluang emas ekonomi.
Ia menyarankan agar kegiatan komunal seperti nonton bareng yang tertib dan aman terus didukung, dengan catatan wajib melibatkan UMKM lokal. Langkah ini dinilai efektif agar distribusi kue ekonomi dapat dirasakan lebih merata hingga tingkat akar rumput.
Baca: IGanjar Bangga dengan Kualitas Bahan Aspal Karya Anak Bangsa
"Kolaborasi antara pemerintah daerah, pelaku usaha, komunitas, dan sektor swasta sangat krusial. Setiap event internasional harus menjadi sarana meningkatkan daya saing UMKM sekaligus memperluas pasar produk dalam negeri," jelas Evita.
Menutup pernyataannya, Evita menekankan pentingnya keberlanjutan dari momentum ini demi memperkuat promosi produk lokal dan ekonomi kreatif Indonesia di kancah global.
"Olahraga pada akhirnya tidak hanya menyatukan kita semua, tetapi juga terbukti menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan," pungkasnya.

















































































