Ikuti Kami

Fraksi PDI Perjuangan Balikpapan Dorong Pansus Proyek RS Sayang Ibu

Menurut Haris, usulan pembentukan pansus tersebut telah disampaikan melalui surat resmi dalam persidangan DPRD Balikpapan

Fraksi PDI Perjuangan Balikpapan Dorong Pansus Proyek RS Sayang Ibu
Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Balikpapan, H. Harris - Foto: Istimewa

Balikpapan, Gesuri.id - Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Balikpapan, H. Harris, mendorong pembentukan panitia khusus (pansus) untuk mengkaji proyek pembangunan Rumah Sakit (RS) Sayang Ibu yang dinilai belum berjalan sesuai target.

“Sejak 22 Januari suratnya sudah masuk dalam persidangan. Yang pertama kalau tidak salah dari PKB dan NasDem, kemudian disusul Fraksi PDI Perjuangan,” ujarnya di gedung DPRD Balikpapan, Senin (9/3/2026).

Menurut Haris, usulan pembentukan pansus tersebut telah disampaikan melalui surat resmi dalam persidangan DPRD Balikpapan sejak 22 Januari lalu. Dorongan itu tidak hanya datang dari Fraksi PDI Perjuangan, tetapi juga sebelumnya telah diusulkan oleh Fraksi Gabungan Partai Kebangkitan Bangsa, Partai Hanura dan Partai Demokrat serta Fraksi Partai NasDem.

Ia menjelaskan, dorongan pembentukan pansus muncul karena proyek pembangunan RS Sayang Ibu yang telah direncanakan sejak tiga hingga empat tahun terakhir dinilai tidak berjalan sesuai rencana. Padahal nilai anggaran proyek tersebut mencapai lebih dari Rp100 miliar.

Haris mengungkapkan, proyek yang ditargetkan selesai pada tahun 2025 itu hingga kini baru menunjukkan progres sekitar 17 persen. Di sisi lain, kontraktor disebut telah menerima uang muka sebanyak 20 persen dari nilai proyek.

“Karena itulah kami meminta pansus. Kami ingin mengetahui sebenarnya ada apa dengan proyek RS Sayang Ibu ini,” katanya.

Ia menyampaikan bahwa DPRD Balikpapan pada dasarnya hanya memiliki kewenangan untuk menyetujui atau mengesahkan anggaran yang diajukan oleh pemerintah daerah. Sementara proses perencanaan dan pelaksanaan pembangunan berada di bawah kewenangan pemerintah daerah.

Namun jika proyek yang telah disetujui anggarannya tidak berjalan sesuai rencana, DPRD perlu mengetahui penyebabnya sebelum kembali menyetujui penganggaran lanjutan.

“Kalau tidak ada pansus, bagaimana kami bisa memberikan kepercayaan ketika nanti pemerintah kembali meminta anggaran untuk melanjutkan pembangunan,” ujarnya.

Menurutnya, pembentukan pansus penting agar seluruh anggota DPRD Balikpapan memperoleh gambaran yang jelas mengenai persoalan yang terjadi dalam proyek tersebut. Dengan begitu, DPRD dapat mengambil keputusan yang lebih tepat dalam pembahasan anggaran selanjutnya.

Dalam kesempatan tersebut, Haris juga menegaskan bahwa pembentukan pansus bukan bertujuan mencari kesalahan pihak tertentu, melainkan untuk memastikan proyek pembangunan RS Sayang Ibu dapat berjalan sesuai rencana dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Tujuan kami bukan mencari siapa yang salah, tetapi proyek ini bisa berjalan dengan baik dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” pungkasnya.

Quote