Ikuti Kami

Ganjar Terus Tekankan Pentingnya Pendidikan Antikorupsi

Pendidikan antikorupsi dapat disisipkan pada mata pelajaran yang selaras seperti Pendidikan Kewarganegaraan (PKn).

Ganjar Terus Tekankan Pentingnya Pendidikan Antikorupsi
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo saat menjadi narasumber Jumpa Tokoh Raimuna Wilayah Binwil Pati di Rumah Dinas Eks-Bakorwil I Jawa Tengah, Rabu (27/3).

Pati, Gesuri.id  – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo tampil atraktif saat menjadi narasumber Jumpa Tokoh Raimuna Wilayah Binwil Pati di Rumah Dinas Eks-Bakorwil I Jawa Tengah, Rabu (27/3). Politisi PDI Perjuangan tersebut terlibat tanya jawab aktif dengan para peserta mengenai pentingnya pendidikan antikorupsi.

“Menurut kalian pendidikan antikorupsi di SMA/SMK dan perguruan tinggi penting atau tidak?” tanya Ganjar.

Baca: Ganjar Bantu Pasangan Manula di Pekalongan

Mendengar pertanyaan dari Ketua Majelis Pembimbing Daerah (Mabida) Jawa Tengah itu, para anggota Pramuka penegak di hadapannya serempak menjawab sangat penting. Nifatun Hasanah, kontingen putri asal Kabupaten Pati yang menjawab lantang.

“Sangat penting, Kak, karena kita harus ditanamkan jiwa antikorupsi sejak dini. Supaya ketika nanti pemimpin atau pejabat di pemerintahan kita tidak akan korupsi,” tegasnya.

Orang nomor satu di Jawa Tengah itu kemudian bertanya tentang metode agar pendidikan antikorupsi dapat disampaikan secara menarik kepada pelajar SMA/SMK. Nifatun berpendapat, keberadaan kantin kejujuran di sekolah dapat menjadi sarana untuk menanamkan nilai-nilai integritas pada diri siswa. Tanpa perlu dilayani oleh penjual, siswa dapat membeli makanan atau minuman dengan meletakkan uang sesuai harga yang tertera.

Gagasan Nifatun diacungi jempol oleh Ganjar. Alumnus UGM itu berpendapat, pendidikan antikorupsi dapat disisipkan pada mata pelajaran yang selaras seperti Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) atau melalui praktik berbisnis yang unik semacam kantin kejujuran.

Sementara itu, Ryan dari kontingen putra menilai, pendidikan antikorupsi sangat penting disampaikan di bangku sekolah untuk mencetak generasi muda berintegritas. Siswa SMKN Jateng itu berpendapat, korupsi tidak sebatas uang atau benda, melainkan juga waktu. Dengan diberikannya pendidikan antikorupsi, generasi muda akan dibentuk menjadi pribadi yang jujur, berbudi pekerti luhur, dan disiplin.

“Korupsi waktu itu lebih buruk daripada uang atau barang. Karena korupsi waktu itu tidak akan bisa dikembalikan lagi,” ujarnya disambut riuh tepuk tangan kawan-kawannya.

Mendapat jawaban itu, Ganjar pun bercerita, dia baru saja menerima tamu istimewa, yaitu Direktur Pendidikan dan Pelayanan Masyarakat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Pemprov Jateng dan KPK berencana untuk bermitra dalam penyelenggaraan pendidikan antikorupsi di bangku sekolah. Ganjar ingin nilai-nilai integritas betul-betul melekat pada setiap generasi muda sejak dini.

“Sekarang sudah ada enam SMA/SMK yang kita buat untuk uji coba pendidikan antikorupsi. Nilai-nilai integritas dan kejujuran mesti kita tanamkan sejak dini. Ini akan membentuk perilaku berintegritas secara terus-menerus,” jelasnya.

Baca: Ganjar: Pecat Guru yang Ajarkan Paham Radikalisme

Pada acara tersebut, mantan anggota DPR RI itu juga mencetuskan sayembara vlog bertema arti penting pendidikan antikorupsi yang dapat diikuti oleh anggota Pramuka. Mereka diminta untuk membuat vlog dengan durasi satu menit kemudian mengunggah di instagram masing-masing, dengan me-mention akun instagram @ganjarpranowo.

“Saya minta kamu ngevlog satu menit tentang pendidikan antikorupsi. Nanti yang paling menarik akan saya pilih sendiri dan dapat hadiah. Jangan lupa di-cc ke instagram @ganjarpranowo. Paling lambat Jumat sudah masuk semua ya,” tandasnya.

Quote