Ikuti Kami

HM Sanusi: Inovasi Produksi Garam Dengan Metode Tunnel Cara yang Tepat

Pengembangan inovasi produksi garam dengan metode tunnel dapat berpotensi meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Malang

HM Sanusi: Inovasi Produksi Garam Dengan Metode Tunnel Cara yang Tepat
Bupati Malang yang juga politisi PDI Perjuangan HM. Sanusi menyampaikan inovasi produksi garam dengan menggunakan metode tunnel merupakan salah satu cara yang tepat - Foto: Pemkab Malang

Malang, Gesuri.id - Bupati Malang yang juga politisi PDI Perjuangan HM. Sanusi menyampaikan inovasi produksi garam dengan menggunakan metode tunnel merupakan salah satu cara yang tepat untuk menghidupkan lahan-lahan tidak produktif di wilayah pesisir Malang Selatan.

Pengembangan inovasi produksi garam dengan metode tunnel dapat berpotensi meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Malang, utamanya yang berada di wilayah pesisir Malang Selatan.

Bupati Sanusi mengatakan lahan-lahan tidak produktif di wilayah Malang Selatan dapat menjadi produktif manakala digunakan untuk memproduksi garam dengan metode tunnel.

Terlebih lagi, sinar matahari di wilayah pesisir Malang Selatan cukup bagus dan air laut dari pesisir Malang Selatan juga cukup baik untuk bahan baku produksi garam dengan metode tunnel.

Terdapat empat lokasi pengembangan produksi garam dengan metode tunnel di Kabupaten Malang yang dikelola oleh Kelompok Usaha Garam Rakyat (Kugar) dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di masing-masing wilayah. Yakni di Desa Gajahrejo, Kecamatan Gedangan (Pantai Bajulmati); Desa Sumberoto, Kecamatan Donomulyo (Pantai Modangan); Desa Tumpakrejo, Kecamatan Kalipare (Pantai Nganteb); serta Desa Sidoasri, Kecamatan Sumbermanjing Wetan (Pantai Perawan).

"Produksi garam dengan metode tunnel, utamanya dari segi harga. Harga sebelumnya itu Rp 1.800 per kilogram saat ini menjadi Rp 2.800 per kilogram," ungkap Sanusi, Minggu (01/02).

Meskipun sudah mengalami peningkatan hingga Rp 1.000 per kilogram, pihaknya tidak puas dan akan terus berupaya agar garam dengan metode tunnel asli Kabupaten Malang dapat dijual dengan harga yang tinggi. Salah satu upaya yang akan dilakukan yakni hilirisasi produk untuk meningkatkan nilai tambah.

Pasalnya, ketika garam menjadi final product, maka akan semakin berpotensi meningkatkan kesejahteraan dan perekonomian masyarakat Kabupaten Malang, karena harga jual akan semakin meningkat. Sanusi terus mendorong agar kolaborasi yang terjalin lintas stakeholder ini dapat menghasilkan sebuah inovasi agar produk garam dengan metode tunnel bisa digunakan untuk kegiatan yang lain.

"Nantinya, garam tersebut bisa digunakan sebagai garam kosmetik. Karena kandungan NaCl (natrium klorida) tinggi yakni sekitar 97,08 persen atau setara garam industri dan tingkat putihnya juga mencapai 72,8 persen. Jika diuji di laboratorium, dapat masuk kategori K1," jelas Sanusi.

Sehingga, menurut Sanusi, bahwa garam tersebut selain bisa digunakan untuk produk kosmetik, juga dapat diolah menjadi garam konsumsi maupun aktivitas farmasi. Oleh karena itu, pihaknya mendorong agar masyarakat di wilayah pesisir Malang Selatan turut serta dalam memproduksi garam dengan metode tunnel.

Quote