Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi VI DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Hj. Ida Nurlaela Wiradinata, menegaskan urgensi perbaikan dan pemutakhiran data penerima bantuan sosial (bansos) pemerintah agar penyaluran bantuan benar-benar tepat sasaran. Menurutnya, data yang digunakan saat ini, termasuk yang bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS), masih kerap menimbulkan persoalan di lapangan karena belum akurat dan masih simpang siur.
“Masih ditemukan sejumlah kasus ganjil. Misal, ada warga yang sudah meninggal dunia maupun masyarakat yang sebenarnya tidak memenuhi syarat, justru masih tercatat sebagai penerima bantuan. Sementara mereka yang sangat membutuhkan belum tersentuh program tersebut,” kata Ida, dikutip Minggu (2/8/2026).
Ida menjelaskan, akurasi data menjadi faktor penting dalam memastikan setiap program bantuan pemerintah dapat diterima oleh masyarakat yang benar-benar berhak. Karena itu, ia menyambut langkah pemerintah yang tengah menyusun penerapan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) sebagai sistem data terpadu untuk memperbaiki mekanisme pendataan penerima bansos.
Dalam implementasinya, pemerintah bekerja sama dengan PT PLN (Persero) untuk melakukan validasi dan pencocokan data menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK) serta data Kartu Keluarga (KK) setiap warga. Melalui sistem tersebut, masyarakat akan dikelompokkan secara lebih akurat berdasarkan skala desil, mulai dari desil 1 yang mencakup kelompok masyarakat tidak mampu hingga tingkatan desil berikutnya.
“Harapannya, integrasi data yang terhubung ini dapat mencegah terjadinya pergeseran data kelompok yang tidak sesuai, sehingga bantuan sosial yang disalurkan negara benar-benar diterima oleh warga yang berhak dan membutuhkan, serta terhindar dari penyimpangan penyaluran,” tegas Ida.
Ia berharap pembaruan sistem pendataan melalui DTSEN dapat menjadi solusi atas berbagai persoalan yang selama ini muncul dalam penyaluran bantuan sosial. Dengan data yang lebih akurat dan terintegrasi, program perlindungan sosial diharapkan semakin efektif, transparan, dan mampu menjangkau masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
Jika diinginkan, saya juga bisa membuat versi berita yang lebih panjang dengan gaya penulisan media nasional.

















































































