Ikuti Kami

Indah Kurnia Tegaskan Keluarga Miliki Peran Strategis Sebagai Unit Terkecil dalam Pembangunan Bangsa

Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya kesetaraan peran antara laki-laki dan perempuan dalam kehidupan rumah tangga.

Indah Kurnia Tegaskan Keluarga Miliki Peran Strategis Sebagai Unit Terkecil dalam Pembangunan Bangsa
Anggota Komisi IX DPR RI, Indah Kurnia.

Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi IX DPR RI, Indah Kurnia menegaskan bahwa keluarga memiliki peran strategis sebagai unit terkecil dalam pembangunan bangsa.

Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya kesetaraan peran antara laki-laki dan perempuan dalam kehidupan rumah tangga.

“Keluarga terbentuk dari semangat saling melengkapi dan berbagi. Peran laki-laki dan perempuan harus berjalan seimbang sebagai mitra dalam membangun keluarga yang kuat,” kata Indah saat Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN bersama Komisi IX DPR RI menggelar Fasilitasi Teknis Program Bangga Kencana di Desa Bungurasih, Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo, Sabtu (18/4).

Baca: Mengenal Sosok Ganjar Pranowo. Keluarga, Tempat Bersandar

Kegiatan ini bertujuan memperkuat pemahaman masyarakat tentang pentingnya pembangunan keluarga berkualitas sebagai fondasi menuju Indonesia Emas 2045.

Menurut Indah, dinamika sosial saat ini menuntut perempuan untuk memiliki peran yang lebih luas, tidak hanya dalam lingkup domestik.

“Perempuan masa kini dituntut mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman, berkontribusi di berbagai bidang, serta menjadi mitra sejajar dalam membina keluarga,” imbuhnya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur, Sukamto menyampaikan bahwa program Bangga Kencana merupakan bagian dari dukungan terhadap Asta Cita Presiden, khususnya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

“Kemendukbangga/BKKBN berkomitmen mempercepat penurunan angka stunting sebagai upaya menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas,” kata Sukamto.

Ia menjelaskan, BKKBN menjalankan berbagai program pembangunan keluarga yang terintegrasi dalam satu siklus kehidupan, mulai dari pranikah hingga lanjut usia.

“Program seperti Tamasya, GATI, dan Sidaya hadir untuk memperkuat ketahanan keluarga di setiap fase kehidupan, sehingga tercipta keluarga yang mandiri dan sejahtera,” jelasnya.

Baca: 9 Prestasi Mentereng Ganjar Pranowo Selama Menjabat Gubernur

Lebih lanjut, Sukamto mengungkapkan bahwa pihaknya juga bersinergi dengan Badan Gizi Nasional (BGN) melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang difokuskan pada kelompok 3B, yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.

“Intervensi pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan sangat penting. Melalui program ini, kami berharap angka stunting dapat ditekan secara signifikan,” tegasnya.

Melalui sosialisasi ini, masyarakat diharapkan semakin memahami pentingnya perencanaan keluarga, pola asuh yang tepat, serta pemenuhan gizi yang optimal sebagai kunci dalam mencetak generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045.

Quote