Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi IV DPR RI asal Aceh, Jamaluddin Idham, mengatakan banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi di Aceh berdampak besar terhadap lahan pertanian, perkebunan, hingga peternakan, yang menjadi mata pencarian masyarakat.
Hal itu disampaikan Jamaluddin saat Rapat Kerja Komisi IV DPR bersama Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, di Senayan, Jakarta, dikutip Jumat (16/1).
Jamaluddin telah melihat langsung di lapangan banyak sawah petani rusak parah akibat tertimbun lumpur yang dibawa banjir. Menurutnya, lumpur yang menutupi sawah dan tambak warga bervariasi.
“Di lapangan saya temui sawah-sawah dan tambak terendam lumpur, bahkan hingga lebih dari satu meter,” kata Jamaluddin Idham.
Dia menyatakan sawah-sawah milik masyarakat yang tertutup lumpur sudah tidak bisa digunakan lagi lantaran tebalnya lumpur yang menutupi sawah tersebut.
“Kalau kita lihat sawah, emang tidak ada lagi ini, Pak [Menteri Pertanian]. Sudah kayak lapangan bola, tidak ada lagi harapan petani di Aceh setelah banjir ini,” ungkapnya.
Dia menyebut kerusakan tersebut membuat petani kehilangan harapan untuk kembali mengolah lahan pertaniannya. Apalagi sawah, kebun, dan perikanan menjadi mata pencaharian warga di Aceh.
Jamaluddin menegaskan pemulihan sawah warga pascabencana memerlukan waktu yang lama. Di sisi lain, kata dia, masyarakat juga punya tanggung jawab ekonomi untuk keluarganya masing-masing.
“Mereka juga punya tanggung jawab menyekolahkan anak-anak mereka. Ada anak-anak mereka yang kuliah, sedangkan mata pencaharian mereka hilang dan rusak,” ucapnya.
Oleh karena itu, Politikus PDI Perjuangan ini mendesak pemerintah pusat segera mencari solusi jangka pendek untuk memastikan lahan petani di Aceh bisa segera dipulihkan.
“Harapan masyarakat, ada enggak, Pak Menteri, solusi atau perlakuan khusus dalam jangka pendek bagi petani, pekebun, dan penambak. Kalau pun ada, polanya seperti apa,” Dia mempertanyakan.

















































































