Ikuti Kami

Joko Santoso Dorong Pengelolaan Sampah Berbasis Teknologi Tepat Guna & Ramah Lingkungan

Data Badan Pusat Statistik per Maret 2025 mencatat jumlah penduduk miskin di Palembang mencapai 162.310 jiwa atau 9,04 persen dari total pop

Joko Santoso Dorong Pengelolaan Sampah Berbasis Teknologi Tepat Guna & Ramah Lingkungan
Ketua Panitia Khusus (Pansus) Raperda Pengelolaan Persampahan dari Fraksi PDI Perjuangan Joko Santoso - Foto: RadarBanten.co.id

Serang, Gesuri.id - Ketua Panitia Khusus (Pansus) Raperda Pengelolaan Persampahan DPRD Kabupaten Serang dari Fraksi PDI Perjuangan Joko Santoso, mendorong agar pengelolaan sampah di Kabupaten Serang berbasis teknologi yang tepat guna dan ramah lingkungan. 

Menurutnya, langkah tersebut penting agar persoalan sampah tidak terus berulang dan menimbulkan dampak di tengah masyarakat.

“Jadi bukan sekadar membuat Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dan mengelolanya dengan sistem open dumping yang justru bisa menimbulkan persoalan di tengah masyarakat,” katanya, Minggu (22/2/2026).

Ia menjelaskan, upaya tersebut akan didorong melalui penyusunan ulang Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pengelolaan Persampahan yang saat ini tengah dibahas. 

Pansus berupaya melakukan elaborasi secara komprehensif agar sistem pengelolaan sampah berbasis pada prinsip lingkungan hidup serta pemanfaatan teknologi terbaik.

Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Serang telah memiliki pilot project pengelolaan sampah berbasis teknologi di Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Kibin yang dapat menjadi rujukan pengembangan sistem serupa di wilayah lain.

“Kita juga menginginkan ada regulasi pembatasan penggunaan kantong plastik. Di sejumlah daerah seperti Tangerang, Bogor, Jakarta hingga Bali sudah diterapkan. Ini akan kita perkuat dalam Perda,” ujarnya.

Ia menambahkan, pengelolaan sampah harus diselesaikan dari hulu hingga hilir. Edukasi kepada masyarakat menjadi kunci utama karena sumber sampah berasal dari aktivitas warga sehari-hari.

“Yang tak kalah penting adalah edukasi dan sosialisasi. Karena hulunya ada di masyarakat, maka kesadaran publik harus dibangun,” ucapnya.

Selain itu, DPRD juga mengusulkan adanya alokasi anggaran khusus untuk pengelolaan sampah.

“Minimal 3 persen dari APBD. Kalau sekarang masih jauh,” tegasnya.

Saat ini, produksi sampah di Kabupaten Serang mencapai sekitar 1.100 ton per hari. Namun, yang baru terkelola sekitar 340 ton.

“Baik sumber daya manusianya harus diperbaiki, sistem pengolahannya harus diselesaikan, termasuk memastikan hasil dari alih teknologi bisa terserap dengan baik,” pungkasnya.

Quote