Jakarta, Gesuri.id - Ketua Komisi V DPR RI Lasarus meminta pemerintah meningkatkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk membantu penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama di wilayah yang didominasi lahan gambut. Menurutnya, setiap potensi awan yang dapat menghasilkan hujan harus segera dimanfaatkan untuk membantu membasahi area gambut yang terbakar.
“Operasi modifikasi cuaca ini, kalau dapat kita tingkatkan. Di setiap ada potensi awan, jangan dikasih kesempatan itu lewat,” kata Lasarus saat Rapat Kerja dan Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi V DPR RI bersama mitra kerja, termasuk Kepala Basarnas, dikutip Rabu (9/9/2026).
Lasarus menilai OMC penting dalam penanganan karhutla karena hujan dapat membasahi lahan dalam cakupan yang jauh lebih luas dibandingkan metode pemadaman menggunakan water bombing.
Ia menyoroti karakteristik lahan gambut yang membuat proses pemadaman karhutla menjadi jauh lebih sulit. Api tidak hanya membakar permukaan lahan, tetapi juga dapat merambat dan bertahan di dalam lapisan gambut yang memiliki kedalaman hingga puluhan meter.
Menurut Lasarus, kondisi tersebut membuat pemadaman menggunakan helikopter dengan metode water bombing memiliki keterbatasan, terutama ketika kebakaran terjadi di wilayah gambut dengan luasan yang sangat besar.
“Heli disiram di satu titik itu saja, Pak, dengan area yang begitu luas dengan kedalaman 20 sampai 30 meter. Itu hanya air hujan yang bisa,” ujarnya.
Lasarus mengibaratkan gambut yang terbakar seperti kawah yang berisi bahan bakar. Dengan luasan yang dapat mencapai ribuan kilometer persegi, air dari udara melalui pemadaman konvensional dinilai tidak akan mampu menjangkau seluruh area yang terbakar.
Sebaliknya, hujan dalam jumlah yang cukup dapat membasahi lahan gambut secara bertahap hingga permukaan air naik. Kondisi tersebut diharapkan dapat membantu memadamkan api yang masih menyala di dalam lapisan gambut.
“Ketika air hujan terjadi, nanti permukaan air itu naik. Dia secara pelan membuat api yang dilewatinya padam,” katanya.
Karena itu, Lasarus meminta pemerintah tidak menyia-nyiakan setiap peluang terbentuknya awan hujan. Ia mendorong pelaksanaan OMC dilakukan secara optimal ketika terdapat potensi awan yang memungkinkan terjadinya hujan.
Lasarus juga meminta persoalan anggaran tidak menjadi penghambat peningkatan pelaksanaan OMC. Jika kebutuhan anggaran menjadi kendala, pemerintah diminta segera menyampaikannya agar dapat dicarikan solusi.
“Kalau tidak ada anggaran, Bapak sampaikan, tidak ada cara lain,” tegasnya.
Lasarus menilai optimalisasi OMC perlu menjadi bagian penting dalam strategi penanganan karhutla, khususnya di wilayah gambut. Menurutnya, karakter lahan gambut membutuhkan pendekatan berbeda karena api dapat bertahan di bawah permukaan dan sulit dijangkau melalui pemadaman konvensional.
Dengan demikian, hujan dinilai memiliki peran penting untuk membasahi lahan secara luas sekaligus membantu menghentikan api yang masih menyala di dalam lapisan gambut.

















































































