Sumenep, Gesuri.id - Pencarian korban kecelakaan KM Virgo Transport 8 di perbatasan perairan Masalembu, Sumenep, Jawa Timur, dan Kalimantan Timur, yang hingga kini masih berlangsung mendapat perhatian dari banyak pihak.
Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Sumenep, Darul Hasyim Fath, mendorong pembungan Pos Badan Keamanan Laut (Bakamla) untuk mencegah kecelakaan melalui deteksi dini sekaligus mempercepat penanganan ketika insiden terjadi.
Menurutnya, fasilitas tersebut dibutuhkan karena perairan Masalembu merupakan pertemuan arus laut Pulau Jawa dan Kalimantan sekaligus jalur pelayaran antarpulau.
“Perairan laut Masalembu adalah pertemuan arus laut Pulau Jawa dan Kalimantan, sehingga perlu dibangun pos Bakamla,” ujar Darul di Sumenep, Kamis (1/10/2026).
Darul mengungkapkan, keberadaan pos Bakamla dapat memperkuat pemantauan terhadap kondisi yang berpotensi membahayakan keselamatan pelayaran.
Pemantauan lalu lintas kapal, dan kondisi perairan secara rutin, dinilai juga dapat menjadi langkah pencegahan sebelum insiden terjadi.
Fasilitas itu, tambah dia, juga dapat mendukung operasi pencarian dan pertolongan. Informasi awal mengenai kejadian dapat lebih cepat diterima dan diteruskan kepada unsur SAR untuk menentukan langkah penanganan.
Darul menegaskan, pembangunan pos Bakamla lebih strategis dibandingkan hanya mendirikan pos pencarian dan pertolongan atau SAR.
Sebab, pos SAR memiliki fokus utama pada operasi penyelamatan, sedangkan Bakamla dapat menjalankan fungsi pengamanan dan patroli sekaligus membantu deteksi dini keselamatan pelayaran.
“Pos Bakamla lebih tepat dibanding pembangunan pos SAR. Karena pos SAR hanya fokus rescue atau penyelamatan saja,” ujarnya.
Selain mendukung penanganan insiden laka laut, pos Bakamla dapat memperkuat patroli di jalur laut lintas Jawa-Kalimantan.
Menurut Darul, pengawasan rutin diperlukan untuk mengantisipasi aktivitas kapal yang berpotensi membahayakan nelayan maupun merusak ekosistem laut. Ia mengatakan, selama ini nelayan Masalembu mengeluhkan kapal yang menggunakan alat tangkap berbahaya.
Kehadiran personel Bakamla diharapkan dapat meningkatkan pengawasan sekaligus mengurangi aktivitas tersebut.
“Pos Bakamla bisa memaksimalkan patroli laut, lintas Jawa-Kalimantan,” tegasnya.
Menurut Darul, penempatan personel Bakamla di Masalembu juga memungkinkan respons awal dilakukan lebih cepat saat terjadi insiden. Petugas dapat memantau situasi, menerima laporan, membantu koordinasi, serta mendukung pengerahan unsur SAR menuju lokasi.
Darul menjelaskan, sebelumnya nelayan Masalembu telah mengajukan permohonan pembangunan Pos Bakamla kepada pemerintah kabupaten (Pemkab). Namun, hingga kini, belum diketahui perkembangan maupun tindak lanjut permohonan tersebut.

















































































