Ikuti Kami

Koster Minta Masyarakat Pulau Dewata Waspadai Dampak Cuaca Ekstrem

Pemprov Bali memastikan saat ini kondisi masih bisa tertangani, belum dilakukan posko bencana maupun evakuasi skala besar.

Koster Minta Masyarakat Pulau Dewata Waspadai Dampak Cuaca Ekstrem
Gubernur Bali Wayan Koster.

Jakarta, Gesuri.id - Gubernur Bali Wayan Koster meminta masyarakat tetap mewaspadai dampak cuaca ekstrem berupa hujan disertai angin kencang yang berlangsung tiga hari terakhir.

“Masyarakat tetap berhati-hati, kalau tidak perlu sekali, hindari bepergian yang jauh, apalagi ada jalur atau daerah yang akan melewati rawan banjir,” kata dia di Denpasar, Selasa.

Hingga saat ini hujan yang terus mengguyur Bali menyebabkan banjir di puluhan titik terutama di Denpasar dan Badung, ditambah pohon tumbang hingga tanah longsor yang ditangani oleh BPBD provinsi dan kabupaten/kota.

Baca: Ganjar Pranowo Ungkap Masyarakat Takut dengan Pajak 

“Banjir saat ini sedang ditangani kepala BPBD, ini karena dari Sabtu (19/2) lalu hujan tidak berhenti dari pagi sampai malam lanjut lagi sampai pagi,” ujarnya.

Meski demikian, Pemprov Bali memastikan saat ini kondisi masih bisa tertangani, belum dilakukan posko bencana maupun evakuasi skala besar.

Saat ini, fasilitas sirine banjir di aliran sungai rawan yaitu Tukad Badung juga masih diandalkan pemda untuk menekan risiko korban pada bencana banjir.

Berdasarkan data BPBD Bali, cuaca ekstrem yang terjadi dalam kurun waktu tiga hari dengan puncaknya 24 jam terakhir, memicu 90 kejadian bencana alam yang tersebar di seluruh Bali.

“Hingga pukul 18.00 WITA, data kejadian di 90 titik, terdiri dari banjir 51 titik, tanah longsor lima titik, tanggul jebol satu titik, angin puting beliung satu titik, pohon tumbang 27 titik, dan sandaran jebol empat titik,” kata Kepala Pelaksana BPBD Bali I Gede Agung Teja Bhusana.

Baca: Ganjar Tekankan Kepemimpinan Strategis

Dari kejadian tersebut, daerah paling besar terdampak adalah Kota Denpasar yakni banjir di 39 lokasi, baik permukiman warga, kawasan pariwisata, hingga jalan utama.

Banjir juga terjadi di Kabupaten Badung dengan 12 lokasi, dan pohon tumbang dan tanah longsor terjadi di beberapa titik di Bali.

“Dampak dari kejadian ini nihil korban jiwa, korban luka, dan korban mengungsi, namun 350 orang sempat dievakuasi sementara tapi sudah kembali ke tempat masing-masing,” ujar dia.

Quote