Ikuti Kami

Krisantus Ajak Anak-Anak Binaan di LPKA Kelas II Sungai Raya: Masa Pembinaan Momentum Perbaiki Diri

Peringatan Hari Anak Nasional, komitmen negara untuk memastikan setiap anak Indonesia memperoleh haknya untuk hidup, tumbuh, berkembang.

Krisantus Ajak Anak-Anak Binaan di LPKA Kelas II Sungai Raya: Masa Pembinaan Momentum Perbaiki Diri
Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, saat menghadiri Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 Tahun 2026 di LPKA Kelas II Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, baru-baru ini.

Jakarta, Gesuri.id - Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, mengajak anak-anak binaan di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Sungai Raya untuk tetap optimistis menatap masa depan dan menjadikan masa pembinaan sebagai momentum memperbaiki diri. Pesan tersebut disampaikan saat menghadiri Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 Tahun 2026 di LPKA Kelas II Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya.

“Peringatan Hari Anak Nasional bukan sekadar peringatan tahunan, melainkan wujud komitmen negara untuk memastikan bahwa setiap anak Indonesia memperoleh haknya untuk hidup, tumbuh, berkembang, mendapatkan perlindungan, serta memperoleh kesempatan yang setara dalam meraih masa depan yang lebih baik,” ujarnya, dikutip Minggu (26/7/2026).

Dalam sambutannya, Krisantus menegaskan setiap anak memiliki hak yang sama untuk tumbuh, berkembang, memperoleh perlindungan, serta mendapatkan kesempatan yang setara dalam mewujudkan cita-cita. Menurutnya, keberadaan anak di lembaga pembinaan tidak boleh dimaknai sebagai akhir dari perjalanan hidup, melainkan menjadi kesempatan untuk belajar, membangun karakter, dan menata masa depan yang lebih baik.

“Saya meyakini bahwa setiap anak memiliki potensi yang luar biasa. Setiap anak berhak memperoleh kesempatan untuk memperbaiki diri, mengembangkan kemampuan, serta menata kembali masa depannya. Kesalahan yang pernah terjadi tidak boleh menjadi akhir dari perjalanan hidup,” katanya.

Krisantus juga mengingatkan para anak binaan agar tidak kehilangan harapan terhadap masa depan mereka. Ia menilai masa lalu memang tidak dapat diubah, tetapi setiap anak masih memiliki kesempatan untuk menentukan arah hidup melalui kerja keras, disiplin, dan kemauan untuk bangkit.

Ia mendorong seluruh anak binaan memanfaatkan berbagai program pembinaan yang tersedia, mulai dari pendidikan formal, pelatihan keterampilan, hingga pembinaan karakter sebagai bekal saat kembali ke tengah masyarakat.

“Manfaatkan setiap kesempatan yang diberikan. Belajarlah dengan sungguh-sungguh, disiplin, pelihara semangat, dan teruslah mengembangkan kemampuan diri. Jadikan setiap pengalaman sebagai pelajaran yang menguatkan langkah kalian untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Percayalah, tidak ada keberhasilan yang diraih tanpa usaha dan tidak ada perubahan tanpa kemauan untuk bangkit,” pesannya.

Lebih lanjut, Krisantus menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat untuk terus mendukung berbagai program yang memberikan ruang bagi anak-anak, termasuk anak binaan, agar dapat mengembangkan bakat, keterampilan, serta mewujudkan impian mereka.

Menurutnya, pembinaan di LPKA tidak hanya berorientasi pada pelaksanaan masa hukuman, tetapi juga menjadi proses penting dalam memulihkan kepercayaan diri, membentuk karakter, menanamkan nilai-nilai kehidupan, serta membekali anak dengan keterampilan yang dibutuhkan untuk menjalani kehidupan secara mandiri.

“Pembinaan bukan sekadar menjalani masa pembinaan, melainkan proses memulihkan kepercayaan, membentuk diri dan karakter, menanamkan nilai-nilai kehidupan, mengembangkan keterampilan, sekaligus mempersiapkan anak-anak agar kelak mampu kembali ke tengah masyarakat sebagai pribadi yang lebih dewasa, mandiri, dan bertanggung jawab,” jelasnya.

Peringatan Hari Anak Nasional ke-42 di LPKA Kelas II Sungai Raya turut dirangkaikan dengan peluncuran karya anak binaan, pemberian remisi, penyerahan kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP), penyerahan sertifikat keterampilan, penghargaan kepada mitra pembinaan, hingga penandatanganan kerja sama lintas sektor. Rangkaian kegiatan tersebut menjadi simbol sinergi antara pemerintah, lembaga pembinaan, keluarga, dunia pendidikan, dunia usaha, dan masyarakat dalam mendukung keberhasilan proses pembinaan anak.

Menutup sambutannya, Krisantus kembali memberikan motivasi kepada seluruh anak binaan agar tidak menyerah pada keadaan dan terus percaya terhadap kemampuan diri untuk meraih masa depan yang lebih baik.

“Jangan pernah merasa masa depan kalian telah berakhir. Masa lalu memang tidak dapat diubah, tetapi masa depan masih bisa kalian tentukan mulai hari ini,” pungkasnya.

Quote