Ikuti Kami

Krisantus Harap Yayasan Persaudaraan Bugis Melayu Jadi Mitra Strategis Pemerintah Bangun Kalbar

"Kepada seluruh pengurus yang dilantik, saya ucapkan selamat menjalankan tugas dan selamat menjalankan amanah."

Krisantus Harap Yayasan Persaudaraan Bugis Melayu Jadi Mitra Strategis Pemerintah Bangun Kalbar
Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan

Jakarta, Gesuri.id - Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, berharap Yayasan Persaudaraan Bugis Melayu (YPBM) dapat menjadi mitra strategis pemerintah dalam menjaga stabilitas sosial sekaligus mendukung pembangunan di 14 kabupaten/kota di Kalimantan Barat. Harapan tersebut disampaikan saat melantik Pengurus Pusat YPBM se-Kalbar di Pendopo Gubernur, Minggu (9/8).

“Selamat dan apresiasi atas terselenggaranya deklarasi pada hari ini. Kepada seluruh pengurus yang dilantik, saya ucapkan selamat menjalankan tugas dan selamat menjalankan amanah yang sudah dipercayakan sesuai dengan tugas pokok dan fungsi organisasi Yayasan Persaudaraan Bugis Melayu,” ucap Krisantus.

Krisantus menilai YPBM tidak boleh hanya menjadi wadah untuk berkumpul dan bersilaturahmi. Lebih dari itu, organisasi tersebut diharapkan mampu menjadi rumah bersama untuk merawat budaya, memperkuat persaudaraan, serta menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.

Menurutnya, organisasi kemasyarakatan memiliki peran penting dalam menjaga hubungan harmonis di tengah keberagaman masyarakat Kalimantan Barat. Karena itu, YPBM diharapkan dapat mengambil bagian dalam menjaga stabilitas sosial sekaligus mendukung berbagai program pembangunan daerah.

Krisantus juga menekankan pentingnya pelestarian budaya di tengah perkembangan globalisasi dan digitalisasi yang berlangsung semakin cepat. Ia mengingatkan bahwa masyarakat yang tidak mampu menjaga dan menghormati nilai-nilai luhur warisan para pendahulu berpotensi kehilangan jati dirinya.

“Budaya bukan sekadar pakaian, tarian, makanan, bahasa atau upacara adat. Budaya adalah nilai, karakter dan cara kita memperlakukan sesama,” katanya.

Karena itu, ia mendorong agar nilai-nilai luhur seperti gotong royong, saling menghormati, menghargai orang tua, menjaga persaudaraan, serta membantu sesama terus ditanamkan dalam kehidupan masyarakat dan diwariskan kepada generasi muda.

Menurut Krisantus, kemajuan zaman dan perkembangan teknologi tidak seharusnya membuat generasi muda meninggalkan akar budayanya. Sebaliknya, generasi masa depan harus mampu menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi tanpa kehilangan identitas serta karakter bangsa.

“Mari kita lahirkan generasi yang terbuka terhadap kemajuan, menguasai teknologi dan mampu bersaing, namun tetap memiliki jati diri dan kuat dalam akar budayanya. Modern dalam cara berpikir, maju dalam kemampuan, tetapi tetap berpegang pada nilai-nilai luhur budaya,” ungkapnya.

Krisantus menegaskan bahwa keberagaman masyarakat Kalimantan Barat merupakan kekayaan besar yang harus dirawat bersama. Perbedaan suku, agama, budaya, dan latar belakang masyarakat, menurutnya, tidak boleh menjadi sumber perpecahan.

Sebaliknya, keberagaman tersebut harus menjadi kekuatan yang memperkaya kehidupan sosial masyarakat di Bumi Khatulistiwa.

“Kalbar ini ada 24 suku yang sudah tercatat, yang sudah hidup turun-temurun. Saya pun tidak tahu kapan datangnya. Bahkan saudara-saudaraku suku Bugis juga tidak tahu secara persis kapan datang ke Kalimantan Barat,” ujarnya.

Ia menambahkan, keberadaan masyarakat Bugis di Kalimantan Barat telah menjadi bagian dari perjalanan panjang dan kehidupan daerah. Karena itu, seluruh kelompok masyarakat yang hidup dan menetap di Kalbar merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pembangunan daerah.

“Bugis yang ada di Kalbar adalah Bugis Kalbar, bukan Bugis di Pulau Sulawesi,” tegasnya.

Krisantus juga menegaskan komitmennya untuk menjaga seluruh masyarakat Kalimantan Barat agar dapat hidup dalam suasana aman, nyaman, damai, dan saling menghormati tanpa membedakan latar belakang suku, agama, maupun budaya.

“Suku apa pun, agama apa pun, budaya apa pun. Jangankan disakiti, dicubit pun tidak boleh. Ini yang harus saya jaga,” tegasnya.

Menurutnya, keamanan dan keharmonisan sosial merupakan fondasi penting bagi pembangunan. Tanpa adanya rasa saling percaya dan persaudaraan, berbagai potensi pembangunan yang dimiliki daerah akan sulit berkembang secara maksimal.

Karena itu, Krisantus mengajak keluarga besar YPBM untuk menjadikan organisasi sebagai wadah yang memberikan energi positif bagi masyarakat dan pembangunan Kalimantan Barat.

Ia berharap semangat persaudaraan Bugis dan Melayu dapat menjadi kekuatan untuk mempererat hubungan antarmasyarakat sekaligus mendorong kemajuan daerah yang manfaatnya dapat dirasakan seluruh warga.

“Jadikan semangat persaudaraan Bugis dan Melayu sebagai energi positif untuk membangun daerah bagi seluruh masyarakat, serta mewujudkan Kalbar yang adil, demokratis, religius, sejahtera dan berwawasan lingkungan,” pungkasnya.

Pelantikan Pengurus Pusat Yayasan Persaudaraan Bugis Melayu se-Kalimantan Barat tersebut menjadi momentum untuk memperkuat peran organisasi dalam kehidupan sosial masyarakat. Selain menjaga nilai budaya dan persaudaraan, YPBM diharapkan dapat berkontribusi dalam berbagai bidang yang mendukung pembangunan di 14 kabupaten/kota.

Dengan keberagaman yang dimiliki, Kalimantan Barat memiliki modal sosial yang besar untuk terus berkembang. Krisantus berharap seluruh elemen masyarakat dapat menjaga persatuan, memperkuat gotong royong, dan bersama-sama membangun Kalbar yang aman, harmonis, sejahtera, serta berkeadilan bagi seluruh masyarakat.

Quote