Ikuti Kami

Krisis Lahan Makam di Jakarta, Yuke Yurike Usulkan Beli Lahan di 2027

Yuke: Untuk pembelian lahan baru itu belum ada. Makam tidak jadi dianggarkan.

Krisis Lahan Makam di Jakarta, Yuke Yurike Usulkan Beli Lahan di 2027
Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta Yuke Yurike.

Jakarta, Gesuri.id - Komisi D DPRD DKI Jakarta menyoroti keterbatasan lahan pemakaman di Ibu Kota. Pihaknya mengusulkan agar Pemprov DKI kembali mengalokasikan anggaran pembelian lahan makam pada 2027.

Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta Yuke Yurike mengatakan pembelian lahan makam baru belum dapat dilakukan melalui APBD Perubahan 2026. Salah satu kendalanya ialah waktu yang tersedia untuk proses pengadaan lahan yang cukup singkat.

"Untuk pembelian lahan baru itu belum ada. Makam tidak jadi dianggarkan," kata Yuke di Gedung DPRD DKI Jakarta, Rabu (23/9/2026).

Yuke mengatakan proses pembelian lahan tidak bisa dilakukan secara cepat karena harus melalui sejumlah tahapan, termasuk kajian dan penetapan lokasi (penlok). Karena itu, pihaknya mendorong agar kebutuhan tersebut dimasukkan dalam rencana anggaran 2027.

"Kita berharap, kita juga mengajukan seperti itu. Karena kita sangat melihat kondisi sangat kritis untuk kesiapan lahan. Cuma ini kembali lagi, kalau fiskalnya memungkinkan, tetapi di 2027 kami mengusulkan untuk ada pembelian lahan," ujarnya.


Menurut Yuke, lahan yang berada di sekitar TPU yang sudah ada dapat menjadi salah satu prioritas. Hal itu dinilai lebih mudah untuk dikembangkan sebagai perluasan area pemakaman.

"Minimal ada lah yang dibeli, yang mungkin yang menempel sama makam yang ada. Jadi nggak terlalu effort-nya," tuturnya.

Selain membeli lahan baru, Yuke mengatakan Pemprov DKI perlu mengoptimalkan lahan makam yang sudah tersedia. Termasuk melakukan pemeliharaan serta pemerataan dan pelebaran makam yang ada.

Dia juga menilai informasi mengenai ketersediaan petak makam perlu dibuat lebih terbuka sehingga masyarakat dapat mengetahui kondisi lahan pemakaman.

"Ketersediaan petak makam juga kita minta informasinya itu terpampang dengan jelas, orang bisa mengakses," katanya.

Yuke mengatakan pembelian lahan makam di wilayah penyangga Jakarta belum menjadi pembahasan dalam APBD Perubahan 2026. Untuk 2027, prioritas awal tetap diarahkan pada lahan yang masih berada di Jakarta dan berdekatan dengan TPU yang sudah ada.

Namun, dia membuka kemungkinan mencari lahan di wilayah yang lebih pinggir apabila harga tanah di Jakarta terlalu mahal.

"Pastinya yang diprioritaskan kan yang existing, yang nempel dengan yang existing. Itu kan untuk pelebaran," jelasnya.

"Alternatif lain ya pastinya kita karena harga tanah di Jakarta mahal, mau nggak mau ya agak-agak pinggir dikit sama keluar-keluar dikit," sambungnya.

Yuke menegaskan pembahasan untuk membeli lahan makam di luar Jakarta belum sampai pada tahap penyusunan regulasi. Pemprov DKI saat ini masih didorong untuk mengoptimalkan lahan yang tersedia di wilayah Jakarta.

"Belum sampai ke situ, tapi kita mencoba optimalkan dulu yang ada di Jakarta. Minimal pinggir-pinggir tapi masih di Jakarta," imbuhnya.

Quote