Jakarta, Gesuri.id - Ketua Komisi V DPR RI Lasarus meninjau Rumah Betang Semangkok di Desa Ariung Mendalam, Kecamatan Putussibau Utara, Kabupaten Kapuas Hulu, didampingi Bupati Kapuas Hulu Fransiskus Diaan dan Ketua DPRD Kabupaten Kapuas Hulu, Lasarus memastikan kondisi rumah betang yang direncanakan akan direvitalisasi sebagai salah satu destinasi wisata budaya di daerah tersebut.
“Saya pernah meninjau rumah betang ini, sekarang kita datang lagi melihat kondisinya. Rencana kita rumah betang ini akan direvitalisasi, sama seperti Rumah Betang Lunsa Hilir,” ujarnya, dikutip Rabu (29/7/2026).
Lasarus menjelaskan Rumah Betang Semangkok telah ditetapkan sebagai cagar budaya oleh Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu. Karena itu, revitalisasi yang direncanakan tidak hanya bertujuan melestarikan warisan budaya, tetapi juga mengembangkan potensi pariwisata daerah.
“Rumah betang ini sudah ditetapkan sebagai cagar budaya oleh Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu. Makanya kita ingin merevitalisasi rumah betang ini sehingga nantinya memiliki banyak spot wisata yang dapat menarik pengunjung,” katanya.
Menurut Lasarus, Rumah Betang Semangkok memiliki daya tarik tersendiri karena berada tepat di tepi Sungai Mendalam yang memiliki air sangat jernih dan panorama alam yang masih asri. Kondisi tersebut dinilai menjadi modal besar untuk mengembangkan kawasan sebagai destinasi wisata budaya.
“Kalau revitalisasi ini terlaksana tentu akan menjadi daya tarik tersendiri, karena di depan rumah betang ini ada Sungai Mendalam yang airnya sangat jernih, ditambah alam di sekitarnya juga sangat menarik,” tambah Lasarus.
Terkait kebutuhan anggaran, Lasarus menegaskan pemerintah akan terlebih dahulu melakukan studi teknis guna mengetahui tingkat kerusakan bangunan sebagai dasar penyusunan rencana revitalisasi. Hasil kajian tersebut nantinya menjadi acuan dalam menentukan konsep pembangunan yang akan diterapkan.
“Nanti akan dilakukan studi terlebih dahulu untuk melihat tingkat kerusakannya seperti apa. Namun konsep pembangunannya akan sama seperti Rumah Betang Lunsa Hilir, yakni rumah utama dan dapur dipisahkan. Hal ini dilakukan karena rumah betang sangat rentan terhadap bencana kebakaran, sehingga pemisahan bangunan menjadi langkah untuk mengurangi risiko tersebut,” jelasnya.
Lasarus berharap revitalisasi Rumah Betang Semangkok dapat menjaga kelestarian warisan budaya Dayak sekaligus memperkuat sektor pariwisata di Kabupaten Kapuas Hulu. Menurutnya, pengembangan kawasan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kunjungan wisatawan serta memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat.
“Sekaligus menjadi destinasi wisata unggulan yang dapat meningkatkan kunjungan wisatawan dan memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat Kapuas Hulu,“ pungkasnya.

















































































