Ikuti Kami

Mufti Anam Dorong Penguatan Dana Desa dan Peningkatan Kesejahteraan Perangkat Desa

Dana desa yang sebelumnya bisa mencapai sekitar Rp1 miliar, kini berkurang menjadi Rp300 juta hingga Rp200 juta.

Mufti Anam Dorong Penguatan Dana Desa dan Peningkatan Kesejahteraan Perangkat Desa
Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Mufti Anam, saat melakukan kunjungan kerja ke Desa Alasnyiur, Kecamatan Besuk, Kabupaten Probolinggo.

Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Mufti Anam, mendorong penguatan dana desa dan peningkatan kesejahteraan perangkat desa saat melakukan kunjungan kerja ke Desa Alasnyiur, Kecamatan Besuk, Kabupaten Probolinggo.

“Dana desa yang sebelumnya bisa mencapai sekitar Rp1 miliar, kini berkurang menjadi Rp300 juta hingga Rp200 juta. Kami di Jakarta sedang berjuang agar anggaran tersebut bisa dikembalikan, sehingga desa memiliki ruang fiskal yang cukup untuk pembangunan,” kata Mufti, dikutip Rabu (29/4/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Mufti Anam menegaskan pentingnya optimalisasi program pembangunan desa sebagai motor penggerak ekonomi masyarakat. Ia menilai desa memiliki peran strategis sebagai ujung tombak keberhasilan pembangunan nasional, terutama dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.

Menurutnya, keberhasilan pemerintah pusat tidak dapat dilepaskan dari kinerja pemerintah desa. Infrastruktur seperti jalan, jembatan, serta pelayanan dasar menjadi indikator nyata yang langsung dirasakan masyarakat.

“Kami menerima banyak aspirasi dari kepala desa dan perangkat desa di berbagai daerah, mulai dari Jawa hingga Papua, Sumatera Barat, dan Kalimantan. Mereka mengeluhkan kesejahteraan yang belum sebanding dengan beban kerja. Ini yang sedang kami perjuangkan agar ada afirmasi, termasuk peluang menjadi PPPK,” jelasnya.

Selain menyoroti dana desa, Mufti Anam juga menekankan pentingnya peningkatan kesejahteraan perangkat desa yang selama ini dinilai belum memadai, meskipun telah mengabdi dalam jangka waktu panjang.

Sebagai bentuk dukungan konkret, ia menyerahkan bantuan program senilai Rp100 juta kepada Pemerintah Desa Alasnyiur. Bantuan tersebut bersifat fleksibel dan dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan prioritas desa, mulai dari pembangunan infrastruktur hingga pengembangan usaha masyarakat.

“Silakan dimanfaatkan sepenuhnya untuk kepentingan masyarakat. Saya hanya berpesan agar tidak ada pemotongan sedikit pun dalam realisasinya,” tegasnya.

Ia juga memastikan bahwa proses pencairan bantuan tidak melalui mekanisme APBN, sehingga dapat direalisasikan lebih cepat, dengan estimasi maksimal enam bulan setelah pengajuan.

Sementara itu, Kepala Desa Alasnyiur, Hasan Basri, menyampaikan apresiasi atas kunjungan dan perhatian yang diberikan oleh Mufti Anam terhadap kondisi desa.

“Beliau hadir untuk menyerap aspirasi sekaligus memberikan kontribusi nyata. Bantuan sebesar Rp100 juta ini rencananya akan kami alokasikan untuk pembangunan sumur bor demi memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat,” ungkap Hasan Basri.

Ia berharap bantuan tersebut dapat memberikan dampak langsung bagi masyarakat sekaligus menjadi awal kerja sama yang berkelanjutan dalam mendukung pembangunan desa.

“Kami berharap program ini berjalan optimal dan berkelanjutan. Jika berhasil, kami optimistis ke depan akan ada dukungan lanjutan untuk pembangunan desa,” pungkasnya.

Quote