Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi VI DPR RI, Mufti Anam, mengapresiasi langkah pemerintah yang memutuskan untuk tidak menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di tengah lonjakan harga minyak mentah dunia.
Kebijakan ini dinilai strategis untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional dan daya beli masyarakat di tengah tekanan geopolitik Timur Tengah.
Mufti menyatakan keputusan tersebut merupakan langkah berani yang menunjukkan keberpihakan pemerintah kepada rakyat, terutama saat banyak negara lain mulai menaikkan harga energi domestik mereka.
“Kita apresiasi karena harga BBM tidak dinaikkan, termasuk juga langkah pemerintah yang memastikan stok BBM tetap aman,” ujar Mufti Anam dalam keterangan tertulisnya, dikutip Sabtu (4/4/2026).
Politisi Fraksi PDI Perjuangan itu juga menyoroti pentingnya kepastian stok energi nasional. Meski sebelumnya sempat beredar kabar bahwa cadangan BBM hanya cukup untuk 20 hari, ia memuji kinerja solid pemerintah dan Pertamina dalam memastikan distribusi serta pasokan tetap terjaga di seluruh wilayah.
Sebagai langkah pendukung, Pemerintah melalui Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan telah menyiapkan ruang fiskal guna menjaga stabilitas harga. Pemerintah berencana menambah anggaran subsidi BBM sebesar Rp90 hingga Rp100 triliun sebagai bantalan ekonomi.
Langkah mitigasi fiskal ini disiapkan untuk meredam dampak jika harga minyak mentah global menembus angka US$100 per barel. Dengan adanya tambahan subsidi ini, pemerintah optimistis pelayanan publik dan mobilitas masyarakat tetap berjalan normal tanpa terbebani kenaikan harga energi.

















































































