Ikuti Kami

MY Esti Prihatin Akan Kondisi yang Dialami Perpustakaan Nasional 

Dari anggaran awal tersebut, sebanyak Rp. 132.094.277.000 Milyar tidak dapat digunakan atau diblokir.

MY Esti Prihatin Akan Kondisi yang Dialami Perpustakaan Nasional 
Wakil Ketua Komisi X DPR RI, MY Esti Wijayati.

Jakarta, Gesuri.id - Wakil Ketua Komisi X DPR RI, MY Esti Wijayati prihatin dengan kondisi yang dialami Perpustakaan Nasional (Perpusnas)

Sebab menurutnya, di saat masyarakat Indonesia membutuhkan keberadaan Perpusnas untuk menjawab tantangan zaman, mengecilnya anggaran tersebut semakin memperkecil peran Perpusnas khususnya dalam meningkatkan literasi masyarakat. 

Baca: Herry Kolondam Tegaskan Jangan Kebiri Hak Rakyat!

"Tetapi di saat itu pula anggaran kita ternyata untuk Perpusnas menjadi sangat kecil," pungkasnya. 

Sebagai informasi, pemerintah telah mengalokasikan anggaran Perpustakaan tahun anggaran 2026 berjumlah Rp. 377.999.537.000 Milyar.

Dari jumlah tersebut, Perpusnas mengalokasikan dana tersebut untuk fungsi dukungan manajemen sebesar Rp. 298.547.226.000 Milyar, dan fungsi perpustakaan dan literasi Rp. 79.452.311.000.

Kondisi tersebut berbanding jauh jika dibandingkan dengan total pagu anggaran yang dialokasikan sebelum ada penyesuaian kepada Perpusnas tahun 2025 sebesar Rp. 721.684.480.000 Milyar. 

Dari anggaran awal tersebut, sebanyak Rp. 132.094.277.000 Milyar tidak dapat digunakan atau diblokir. Sehingga anggaran yang siap dan tersedia untuk dibelanjakan setelah pemblokiran sebesar Rp. 589.590.203.000 Milyar.

Baca: DPRD Kota Tasikmalaya Soroti Sistem Pembayaran Listrik PJU

Pada tahapan realisasi, jumlah total anggaran efektif yang berhasil dibelanjakan dan diserap Perpusnas berjumlah Rp. 583.255.393.296. Sedangkan sisa anggaran efektif yang tidak berhasil dibelanjakan hingga akhir periode sebesar Rp. 6.334.809.704 Milyar.

Persentase realisasi anggaran ini dinilai sangat tinggi karena penyerapannya hampir sempurna dari anggaran efektif.

Quote