Ikuti Kami

PDI Perjuangan DIY Ajak Anak Muda Bersumpah Selesaikan Sampah: Butuh Gotong Royong Merawat Pertiwi

Ajakan ini sekaligus merefleksikan kondisi darurat kebakaran hutan yang melanda sejumlah daerah di Indonesia.

PDI Perjuangan DIY Ajak Anak Muda Bersumpah Selesaikan Sampah: Butuh Gotong Royong Merawat Pertiwi
Sekretaris DPD PDI Perjuangan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Yan Kurnia Kustanto.

Yogyakarta, Gesuri.id – Sekretaris DPD PDI Perjuangan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Yan Kurnia Kustanto, mengajak generasi muda menjadikan Hari Sumpah Pemuda ke-98 sebagai momentum memperkuat komitmen nyata dalam pelestarian lingkungan.

Ajakan ini sekaligus merefleksikan kondisi darurat kebakaran hutan yang melanda sejumlah daerah di Indonesia.

Menurut Yan, komitmen paling sederhana yang dapat dikerjakan bersama dalam pelestarian lingkungan adalah membangun kesadaran pengelolaan sampah. Persoalan sampah di DIY saat ini cukup serius, terutama di wilayah perkotaan dan aglomerasi.

Baca: 9 Prestasi Mentereng Ganjar Pranowo Selama Menjabat Gubernur

Anggota DPRD DIY itu menyampaikan, peringatan Hari Sumpah Pemuda tidak cukup hanya dengan mengulang ikrar persatuan. Semangat Sumpah Pemuda harus dijaga dan diterjemahkan ke dalam aksi nyata untuk menyelesaikan persoalan bersama, bukan sekadar menjadi perayaan seremonial.

“Jumlah beban sampah dari Sleman, Kota, dan Bantul per hari sudah mencapai kisaran 900 ton lebih. Kapasitas TPA sudah tidak memadai. Makna persatuan itu harus mewujud menjadi kegotongroyongan menyelesaikan persoalan sampah,” ungkap Yan.

Sebagai bentuk komitmen nyata, Yan sedang menyiapkan empat teba modern mandiri di wilayah Kapanewon Depok, yakni di Caturtunggal dan Condongcatur, sebagai proyek percontohan. Ia juga mengajak komunitas pemuda untuk berpartisipasi dalam gerakan tersebut.

“Ini pilot project yang akan memberi ruang partisipasi kepada kaum muda. Saya menjalankan instruksi Ibu Megawati merawat pertiwi,” ujarnya.

Yan mengatakan, semangat kegotongroyongan perlu dihidupkan untuk menyelesaikan persoalan sampah. Peringatan Hari Sumpah Pemuda menjadi momentum untuk menggugah keterlibatan anak muda dalam upaya tersebut.

Pembangunan empat teba di Condongcatur dan Caturtunggal diharapkan menjadi ruang belajar bersama lintas generasi. Peran anak muda tidak berhenti pada membantu membangun fasilitas, tetapi juga mengajak warga memilah sampah, mengorganisasi kerja bakti, mengedukasi masyarakat, serta menjaga agar kebiasaan tersebut terus berjalan.

Baca: Inilah Profil dan Biodata Ganjar Pranowo

Menurut Yan, keberhasilan pengelolaan teba tidak ditentukan oleh fasilitas semata. Pengelolaan yang tepat, pembagian tanggung jawab, dan konsistensi penggunaan menjadi kunci agar manfaatnya berkelanjutan.

“Gotong royong warga tidak boleh menjadi pengganti kewajiban pemerintah. Edukasi, sarana, dan sistem pengangkutan tetap harus berjalan bersama gerakan masyarakat,” tegasnya.

Yan menekankan, penyelesaian persoalan sampah harus dimulai dari sumbernya dan dikerjakan bersama. Jika warga terbiasa memilah sampah, beban sampah yang berakhir di tempat pemrosesan akhir dapat dikurangi.

“Semangat pemuda baru bermakna kalau kepedulian menjadi kebiasaan, lalu tumbuh menjadi gerakan,” pungkasnya.

Quote