Ikuti Kami

Pelajar Bhineka Tunggal Ika Kembali Lapor Guru Intoleran

"Sebagai kuasa hukum kami berharap agar ada titik terang, sehingga pelaku jelas status hukumnya. Kita menyerahkan ke polisi".

Pelajar Bhineka Tunggal Ika Kembali Lapor Guru Intoleran
Kuasa hukum Pelajar Bhineka Tunggal Ika yang juga anggota Bamusi PDI Perjuangan, Sandi Chandra, S.H, bersama Tumbur Situmeang, S.H. mendampingi Koordinator Pelajar Bhineka Tunggal Ika Milchias Jacob untuk kembali mendatangi kantor Polres Jakarta Timur, Jumat (7/11). (Foto: Istimewa)

Jakarta, Gesuri.id - Kuasa hukum Pelajar Bhineka Tunggal Ika yang juga anggota Bamusi PDI Perjuangan, Sandi Chandra, S.H, bersama Tumbur Situmeang, S.H. mendampingi Koordinator Pelajar Bhineka Tunggal Ika Milchias Jacob untuk kembali mendatangi kantor Polres Jakarta Timur, Jumat (7/11).

Baca: Pelajar Bhinneka Tunggal Ika Laporkan Oknum Guru Intoleran

Pengacara Sandi Chandra dari Baitul Muslimin Indonesia PDI Perjuangan itu mengatakan pemenuhan panggilan BAP ini untuk menindaklanjuti pelaporan oknum guru intoleran SMAN 58 pada 2 November 2020.

"Sebagai kuasa hukum kami berharap agar ada titik terang, sehingga pelaku jelas status hukumnya. Kita menyerahkan ke polisi," ucap Sandi Chandra, dalam keterangan tertulisnya kepada Gesuri, Minggu (8/11).

Milchias akhirnya memenuhi panggilan polisi untuk menjalani BAP (Berita Acara Pemeriksaan) setelah panggilan ketiga.

Sebelumnya, dirinya merasa tidak enak badan dan kurang fit sehingga tidak hadir pada panggilan pertama dan kedua BAP.

"Hari ini saya memenuhi panggilan pihak kepolisian. Memang sebelumnya pihak kepolisian sudah sudah dua kali memanggil tetapi karena kondisi saya sakit dan tidak enak badan jadi panggilan itu ditunda. Hari ini lah panggilan itu saya penuhi," ucap Milchias usai menjalani BAP bersama kuasa hukumnya, Sandi Chandra, S.H dan Tumbur Situmeang, S.H.

Baca: Soal Guru SMAN 58 Radikal, Ima: Pecat Biar Jera! 

Panggilan BAP, menurut Pengacara Tumbur Situmeang berjalan dengan lancar walaupun memakan waktu agak panjang.

Selain itu, Sandi Chandra juga berharap agar lebih selektif untuk memilih dan menetapkan guru sebagai tenaga pendidik yang berideologi Pancasila.

"Jangan nanti ada guru lain yang memuat paham-paham radikal, intoleran dan rasis," ucap Sandi.

Quote