Kuta, Gesuri.id — Pemerintah Provinsi Bali menyiapkan sejumlah lahan guna mendukung peningkatan layanan keimigrasian seiring dengan lonjakan tinggi kunjungan wisatawan mancanegara di Pulau Dewata.
“Apa-apa yang dibutuhkan kami akan dukung. Kemarin juga diajukan di Klungkung dan Tabanan lahan untuk kantor imigrasi, kami sudah dukung,” kata Gubernur Bali Wayan Koster di sela peresmian Immigration Lounge di Discovery Mall Kuta, Kabupaten Badung, Bali, Kamis.
Kantor Imigrasi Klungkung dan Tabanan merupakan dua unit kantor baru yang resmi dibuka pada April 2026. Gedung Kantor Imigrasi di Kabupaten Tabanan berlokasi di belakang Kantor Bupati Tabanan, tepatnya di Jalan Arjuna 2, Delod Peken, Kecamatan Tabanan. Sementara itu, Kantor Imigrasi Kabupaten Klungkung berlokasi di Jalan Semarapura, Kecamatan Klungkung.
Baca: Ganjar Bangga dengan Kualitas Bahan Aspal Karya Anak Bangsa
Kedua kantor imigrasi tersebut berstatus kelas III nontempat pemeriksaan imigrasi (TPI), yang sekaligus melengkapi tiga kantor yang telah berdiri sebelumnya, yakni Kantor Imigrasi Denpasar, Ngurah Rai, dan Singaraja.
Selain di Tabanan dan Klungkung, Koster juga menyiapkan opsi lahan untuk mendukung operasional Kantor Imigrasi TPI Kelas I Ngurah Rai yang memerlukan perluasan fasilitas. Gubernur Bali menawarkan opsi penggunaan lahan di kawasan Hutan Mangrove Ngurah Rai yang telah berdiri bangunan fisik dan siap ditempati.
Ia mengimbau jajaran Imigrasi untuk memberdayakan aset milik Pemprov Bali tersebut agar dapat segera difungsikan sebagai pusat layanan keimigrasian.
“Kami punya lahan di wilayah hutan mangrove. Kantor yang sangat layak, tidak jauh dari Bandara Ngurah Rai. Kalau itu mau dipakai, tidak perlu bangun kantor baru, langsung dipakai,” ucap Koster.
Langkah strategis ini diharapkan mampu mendongkrak kualitas pelayanan bagi wisatawan mancanegara yang jumlah kunjungannya terus meningkat setiap tahun. Sepanjang 2025, Bali tercatat dikunjungi oleh 7.050.000 wisatawan asing melalui jalur udara, angka yang belum termasuk pelancong yang datang melalui jalur laut menggunakan kapal pesiar.
Baca: Kisah Perjuangan Ganjar dari Mahasiswa Sampai Jadi Capres
Lonjakan tersebut turut dibarengi dengan tingginya permohonan layanan dokumen keimigrasian bagi warga negara Indonesia (WNI) yang hendak bepergian ke luar negeri, sehingga optimalisasi gedung layanan menjadi kebutuhan mendesak.
Di samping itu, Pemprov Bali turut mengapresiasi inovasi jemput bola layanan imigrasi yang dibuka langsung di pusat perbelanjaan di jantung pariwisata Kuta, Kabupaten Badung.
“Orang asing banyak berkerumun di Kabupaten Badung, karena lebih dari 70 persen wisatawan asing itu di Badung. Penerimaan pajak hotel dan restoran sebesar 74 persen ada di Badung, sehingga memang Badung mendapat prioritas layanan keimigrasian,” pungkasnya.

















































































