Ikuti Kami

Penanganan Covid-19 DKI Paling Buruk, Anies Tidak Jelas!

“Sebaiknya Pak Gubernur fokus bekerja untuk rakyat, jangan ke yang lain”.

Penanganan Covid-19 DKI Paling Buruk, Anies Tidak Jelas!
Ilustrasi. Gubernur DKI Anies Baswedan.

Jakarta, Gesuri.id - Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PDI-Perjuangan Gilbert Simanjuntak mengingatkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan fokus tangani Pandemi Covid-19 di Ibu Kota. 

Baca: Menakutkan! Tim Gubernur Anies Baswedan Mengebiri SKPD 

Permintaan itu disampaikan Gilbert setelah Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memberikan nilai E atau paling buruk kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam pengendalian Pandemi Covid-19 jika dibandingkan dengan daerah lain. 

“Sebaiknya Pak Gubernur fokus bekerja untuk rakyat, jangan ke yang lain,” kata Gilbert melalui pesan tertulis, Kamis (27/5). 

Gilbert khawatir wilayah Ibu Kota dapat menjadi episentrum wabah dengan varian mutasi Covid-19 yang masuk ke dalam kategori variant of concerns dari badan kesehatan dunia (WHO).

“Respons DKI paling lambat terhadap masalah Covid-19, apalagi varian baru ini lebih ganas. Lambatnya respon ini berdampak ke peningkatan jumlah kasus ke level empat dan berkorelasi dengan pemakaian tempat tidur,” ujarnya. 

Sebelumnya, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memberi nilai E atau paling buruk kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terkait kualitas pengendalian pandemi Covid-19.

Penilaian kualitas pengendalian pandemi itu berdasar pada tingkatan laju penularan dan level kapasitas respon layanan kesehatan di setiap daerah.

Penilaian itu disampaikan langsung oleh Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono saat memberi keterangan dalam rapat kerja di Komisi IX DPR RI, Kamis (27/5). 

“Ada beberapa daerah yang masuk ke kategori D ada yang masuk kategori E seperti Jakarta, tetapi ada juga yang masih di C artinya tidak terlalu bed occupancy rate dan pengendalian provinsinya masih baik,” kata Dante. 

Baca: Tiga Politisi Sampah Negara? Dewi: Eggi Sudjana Hingga Neno 

Ihwal kualitas pelayanan, Dante menerangkan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta turut menunjukkan kapasitas respon yang paling buruk jika dibandingkan dengan daerah lain. 

“Atas rekomendasi tersebut, masih banyak yang dalam kondisi terkendali kecuali DKI Jakarta ini kapasitasnya E [paling buruk], karena di DKI Jakarta bed occupancy rate-nya sudah mulai meningat dan kasus tracignnya juga tidak terlalu baik,” paparnya. Dilansir dari bisnis com.

Quote