Jakarta, Gesuri.id — Anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta, Chicha Koeswoyo menegaskan Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) dinilai harus menjadi momentum nyata untuk memperkuat komitmen DKI Jakarta sebagai kota ramah anak, bukan sekadar agenda seremoni tahunan.
Chicha mengingatkan bahwa DKI Jakarta telah menyandang predikat Kota Ramah Anak sejak tahun 2022. Mempertahankan gelar tersebut, menurutnya, menjadi tantangan tersendiri yang memerlukan sinergi penuh dari seluruh pemangku kepentingan, mulai dari jajaran eksekutif, legislatif, hingga aparat penegak hukum dalam memberikan kepastian perlindungan.
Berdasarkan data Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA), terdapat sekitar 2,81 juta anak yang tinggal di Jakarta, atau setara dengan seperempat dari total populasi ibu kota.
Baca: Ini Resep Ganjar Pranowo Yang Selalu Fit dan Bugar

"Artinya, setiap kebijakan pembangunan di DKI Jakarta harus berpihak pada kepentingan anak. Mulai dari jaminan akses pendidikan, pelayanan kesehatan, hingga perlindungan dari aksi perundungan (cyberbullying) di ruang digital," ujar Chicha.
Dalam kesempatan tersebut, Chicha menyampaikan apresiasi atas langkah Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dalam menciptakan lingkungan kota yang aman bagi tumbuh kembang anak. Ia mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi aksi kekerasan di lingkungan sekitar yang melibatkan anak.
Ia secara khusus menyoroti program Sekolah Swasta Gratis yang diusung oleh Gubernur Pramono Anung sebagai bentuk keberpihakan nyata terhadap masa depan generasi muda di Jakarta.
"Kami di DPRD akan terus mendorong agar jumlah sekolah swasta gratis ini terus bertambah, sehingga angka anak putus sekolah di Jakarta dapat diminimalkan," tambahnya.

Baca: Ganjar Bangga dengan Kualitas Bahan Aspal Karya Anak Bangsa
Tidak hanya memberikan seruan formal, pada momentum Hari Anak Nasional ini Chicha juga turun langsung ke lapangan untuk meninjau kondisi bangunan sekolah yang ambruk di kawasan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.
Ia memastikan akan mengawal proses pembenahan infrastruktur pendidikan tersebut agar penanganan dan renovasi dapat segera direalisasikan oleh dinas terkait.
"Anak-anak harus bisa kembali belajar dengan tenang. Pengawalan perbaikan sekolah ini adalah bentuk wujud nyata dalam menciptakan rasa aman dan nyaman bagi anak-anak kita saat menuntut ilmu," tegasnya.l
















































































