Ikuti Kami

Peringati Hari Bumi, Putra Ajak Pelaku Wisata Jaktim Budayakan Gerakan Menanam

Kedaulatan pangan dari halaman rumah dan tempat usaha masing-masing melalui gerakan menanam tanaman pendamping beras. 

Peringati Hari Bumi, Putra Ajak Pelaku Wisata Jaktim Budayakan Gerakan Menanam
Anggota Komisi VII DPR RI Putra Nababan.

Jakarta, Gesuri.id – Anggota Komisi VII DPR RI Putra Nababan mengajak para pelaku UMKM dan pegiat wisata untuk tidak hanya menjaga kelestarian lingkungan melainkan juga membangun kedaulatan pangan dari halaman rumah dan tempat usaha masing-masing melalui gerakan menanam tanaman pendamping beras. 

Hal tersebut ditegaskan Putra dalam kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) "Literasi Bisnis: Strategi Pengembangan Kewirausahaan Industri Pariwisata Berbasis Kelokalan yang digelar di Jakarta Timur, bertepatan dengan peringatan Hari Bumi sedunia.

"Pariwisata masa depan bukan lagi soal kemewahan yang seragam, melainkan kejujuran dan keberlanjutan. Wisatawan kini mencari pengalaman yang menyatu dengan alam dan menghargai kearifan lokal," ujar Putra di hadapan ratusan pelaku UMKM Jakarta Timur,  kemarin di Jakarta. 

Baca: 9 Prestasi Mentereng Ganjar Pranowo Selama Menjabat Gubernur

Putra menekankan bahwa memperingati Hari Bumi tidak cukup hanya dengan menanam pohon hias atau sekadar menjaga kebersihan. Baginya, menjaga bumi berarti juga menjaga keberlangsungan hidup manusia di atasnya melalui ketahanan pangan yang kuat.

Pria yang juga dikenal sebagai tokoh jurnalisme ini membawa pesan kuat dari Ketua Umum PDI Perjuangan, Ibu Prof. Dr. (H.C) Megawati Soekarnoputri. Ia mengingatkan bahwa kedaulatan sebuah bangsa dimulai dari kemampuannya untuk Berdikari (Berdiri di Atas Kaki Sendiri).

"Sebagaimana pesan kuat yang selalu disampaikan Ibu Mega, kita tidak boleh hanya diam berpangku tangan melihat ketidakpastian dunia. Beliau selalu mengingatkan: 'Jangan biarkan sejengkal tanah pun tidur tanpa menghasilkan.' Memperingati Hari Bumi berarti kita muliakan kembali tanah kita untuk memberi makan rakyat kita sendiri," tegas Putra.

Putra menginstruksikan para pelaku wisata di Jakarta Timur untuk mengintegrasikan konsep pariwisata hijau dengan gerakan menanam. Ia mengajak peserta memanfaatkan setiap jengkal ruang usaha—mulai dari pekarangan rumah hingga halaman resto—untuk menanam 10 tanaman pendamping beras.

"Mari kita tanam singkong, ubi jalar, umbi garut, jagung, sukun, porang, sorgum, pisang, sagu, hingga talas. Bayangkan jika setiap destinasi wisata di Jakarta Timur menjadi etalase pangan lokal. Wisatawan tidak hanya datang untuk melihat pemandangan, tapi juga melihat kemandirian kita," jelasnya.

Baca: Ini 7 Fakta Unik & Menarik Tentang Ganjar Pranowo

Menurut Putra, langkah ini merupakan bentuk nyata dari literasi bisnis yang cerdas. Dengan memadukan pariwisata dan ketahanan pangan, pelaku UMKM tidak hanya berkontribusi dalam menekan emisi karbon di Hari Bumi, tetapi juga menciptakan daya tarik wisata baru yang berkelanjutan (sustainable tourism).

"Sebab apalah artinya pariwisata yang tampak hijau dan asri di permukaan, jika fondasi kehidupan warga di dalamnya masih cemas akan urusan perut? Mari kita jadikan Jakarta Timur lumbung pangan yang tangguh, sekaligus destinasi wisata yang berkarakter," pungkas Putra.

Kegiatan Bimtek ini pun diharapkan menjadi titik balik bagi UMKM di Jakarta Timur untuk naik kelas—menjadi pelaku usaha yang melek teknologi, tangguh secara modal lewat akses KUR, serta memiliki kepedulian tinggi terhadap lingkungan dan kedaulatan pangan nasional.

Quote