Jakarta, Gesuri.id - Sekretaris Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Bandung Andri Gunawan mengkritik rencana Pemerintah Kota Bandung menertibkan pedagang cuanki yang berjualan di depan Masjid Pusdai. Menurutnya, kebijakan tersebut berpotensi mematikan mata pencaharian masyarakat kecil yang terpaksa berjualan karena sulit memperoleh pekerjaan di sektor formal.
"Justru yang harus kita pikirkan adalah kenapa kok jadi banyak rakyat kita yang jualan cuanki, kok kita mikirnya hanya bagaimana memberantas orang jualan cuanki, tapi kita pernah mikir nggak kenapa rakyat kita jadi banyak yang jualan cuanki. Kalau saya sederhana saja, karena mereka tidak bisa terserap masuk ke dalam sektor pekerjaan formal," katanya, Senin (29/6/2026).
Andri menilai para pedagang cuanki di kawasan Masjid Pusdai seharusnya tetap diberikan kesempatan mencari nafkah di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih. Selama para pedagang tidak mendirikan bangunan permanen dan mematuhi aturan yang berlaku, menurutnya tidak perlu dilakukan penertiban.
"Saya mau bilang gini aja. Kok kalau sama tukang cuanki cepat banget rasanya ya bereaksinya, tapi terhadap kesalahan-kesalahan izin mendirikan bangunan kok lamban sekali penegakannya. Kok terhadap kesalahan-kesalahan yang dilakukan oleh tempat-tempat hiburan malam lamban sekali penanganannya. Jangan hukum kemudian jadi tumpul ke atas tajam ke bawah," tegasnya.
Anggota Komisi IV DPRD Kota Bandung itu berpandangan bahwa pendekatan yang lebih tepat adalah pembinaan, bukan penertiban. Ia menyarankan agar pemerintah memberikan edukasi kepada para pedagang mengenai ketertiban, kebersihan, dan pengelolaan sampah tanpa harus menghilangkan sumber penghasilan mereka.
"Ya tinggal diatur aja lah, dibina. Enggak boleh permanen, sampahnya jangan sampai berantakan. Yang penting pembinaannya jangan sampai mereka jadi penjual cuanki permanen di sana. Ya diini aja apa ditoel, bukan dalam pengertian kemudian trotoar beralih fungsi menjadi lapak permanen, gitu lho," ucapnya.
Menurut Andri, pemerintah sebaiknya memberikan toleransi kepada para pedagang hingga kondisi ekonomi benar-benar membaik. Ia meminta aparat lebih memprioritaskan penindakan terhadap pelanggaran yang dinilai lebih besar.
"Jadi runtah tong di mana wae, lapak tong gede teuing. Kasih lah waktu sampai dengan mata uang kita menemukan titik keseimbangan. Sampai dengan ekonomi kita beranjak pulih mah jangan dulu diapa-apain lah kalau saya mah gitu kan. Sok fokus heula atuh ayeuna mah kanu pelanggaran teh nu gararede," tegasnya.
Andri juga mengaku akan menyampaikan langsung pandangannya kepada Satpol PP maupun Wali Kota Bandung Muhammad Farhan apabila memiliki kesempatan bertemu. Ia berharap pemerintah dapat mengambil kebijakan yang memberikan solusi bagi semua pihak.
"Kalau dengan Walikota mungkin juga nanti saya mau ngobrol kalau dalam satu kesempatan bertemu gitu. Dalam satu waktu kan biasanya suka ada kegiatan tuh kita jalan bareng. Kalau saya minta mah kasih waktu aja mereka tuh kasihan lah," pungkasnya.

















































































