Ikuti Kami

Risma Minta Kampus Olah Garam Kusamba Jadi Bahan Kosmetik

Sengatan matahari saat itu mencapai 35° Celcius tidak menyurutkan semangat Mensos untuk memastikan bantuan yang diberikan bermanfaat.

Risma Minta Kampus Olah Garam Kusamba Jadi Bahan Kosmetik
Menteri Sosial (Mensos), Tri Rismaharini dengan menggunakan topi caping, menyusuri pesisir pantai yang dipenuhi dengan hamparan garam yang sedang dijemur.

Klungkung, Gesuri.id - Menteri Sosial (Mensos), Tri Rismaharini dengan menggunakan topi caping, menyusuri pesisir pantai yang dipenuhi dengan hamparan garam yang sedang dijemur.

Baca: Pemimpin Tak Mungkin Muncul Tanpa Meniti Jalan Intelektual

Sengatan matahari saat itu mencapai 35° Celcius tidak menyurutkan semangat Mensos untuk memastikan bantuan yang diberikan bermanfaat.

Rupanya, ini cara Mensos Risma memupuk kesetiakawanan Sosial.

Pasca acara puncak Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional (HKSN) 2022 di Alun-alun Ida Dewa Agung Jambe, Kabupaten Klungkung, pada Selasa (20/12), Mensos Risma menuju ke lokasi pembuatan garam yang dikenal dengan Garam Kusamba.

Gurihnya Garam Kusamba yang diproduksi oleh Kelompok Petani Garam Sarining Segara di Desa Kusamba, Kecamatan Dawan, Kabupaten Klungkung terus dilestarikan oleh masyarakat dan telah mendapat dukungan dari Kemensos melalui Program Pahlawan Ekonomi Nusantara (PENA).

Saat berdialog dengan para petani garam, mereka mengungkapkan sangat terbantu oleh Kementerian Sosial.

"Produksi kami banyak setelah dibuat sistem tunnel oleh Kemensos. Namun kami tetap perlu pendampingan utuk pemasaran, karena saat ini kita over stock sehingga harganya jatuh (turun)," kata I Wayan Rena, Ketua Kelompok Petani Garam Sarining Segara dikutip dalam rilis resmi Kemensos, Rabu (21/12).

Mendengar hal itu, Mensos segera menginstruksikan jajarannya untuk membantu proses pemasaran.

Selain itu juga Mensos mengarahkan untuk memberikan pelatihan pengolahan garam menjadi suatu produk industri untuk memenuhi permintaan pasar, seperti industri kosmetik hingga aneka pangan.

"Bisa gak kita olah, seperti jadi kosmetik. Jadi grade nya agak tinggi. Cuma ada prosesnya dan kita bisa minta bantuan ITS (Institut Teknologi Sepuluh Nopember). Coba nanti saya fikiran untuk diluar produksi. Jadi ada pengolahan lanjutan dari garam ini."ujar Mensos.

Bertolak dari Desa Kusamba, Mensos mengunjungi desa penerima manfaat instalasi air terpadu di Kasaman, Kecamatan Klungkung.

Instalasi air ini mampu memenuhi kebutuhan air bersih bagi 200 KK dan 12.000 liter atau 600 galon air siap minum per hari.

Siswa-siswi SD 1 Kamasan pun meminum air dari instalasi terpadu tersebut. Hal ini disaksikan langsung oleh Mensos saat mengunjungi SD yang sempat kesulitan air ini.

Selepas berkunjung ke Instalasi Air Terpadu di Desa Kamasan, Mensos melanjutkan perjalanan menuju lokasi penerima manfaat bantuan Rumah Sejahtera Terpadu (RST) dan PENA di Kelurahan Semarapura Tengah, Kabupaten Klungkung, Bali.

Selain itu, Mensos meninjau hasil renovasi rumah dan juga usaha Sarana Upakara Suyasa milik Nengah Suyasa.

Baca: Bedah Buku, Mega: Mentalitas Bangsa Pejuang Nampak Meredup

Di momen ini, Mensos juga secara simbolis menyerahkan bantuan RST bagi 210 keluarga penerima manfaat (KPM) di Kelurahan Semapura Tengah, Kabupaten Klungkung, Bali. Total bantuan senilai Rp. 4,2 miliar.

Mensos juga menyerahkan bantuan kepada 29 penerima manfaat program PENA dengan bantuan senilai total Rp. 159,5 juta di Kabupaten Klungkung.

Quote