Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi I DPR RI Rudianto Tjen meminta Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto matangkan rencana pembelian pesawat tempur F35.
Rudianto menekankan bahwa sebelum mengikat diri untuk membeli produk dari negeri Paman Sam, perlu perjanjian tegas yang sama-sama membantu untuk menguatkan pertahanan indonesia.
"Tidak seperti dulu, kita diikat oleh perjanjian yang melemahkan posisi Indonesia, seperti embargo senjata yang sangat merugikan," kata anggota Dewan dari Dapil Bangka Belitung ini.

Baca: Prabowo ke AS, Kang Hasan: Semoga Bermanfaat Bagi Indonesia
Rudianto mengingatkan, Indonesia punya pengalaman buruk dengan Amerika dalam hal pesawat tempur.
Dia mengusulkan sebaiknya perlu kajian dan pertimbanan khusus untuk melirik pesawat tempur F-35 tersebut.
"Pesawat bisa saja dibeli kalau memang menguntungkan Indonesia dalam hubungan baik kedua negara dan fungsi pertahanan," kata dia.
Rudianto menyarankan, perjanjian jual beli pesawat canggih asal Rusia, Sukhoi 35, yang sebelumnya telah dijalankan diteruskan untuk melengkapi kebutuhan pertahanan Indonesia.
Yang penting, prinsipnya Indonesia tidak boleh tunduk pada tekanan negara mana pun, dan bisa membeli alusista sesuai kebutuhan.
"Hindari membeli alusista bekas," wanti-wanti dia.
Disisi lain Rudianto menilai kunjungan Prabowo itu menunjukkan Indonesia konsisten melaksanakan politik bebas aktif.

Baca: Rencana Prabowo Beli Jet Tempur Austria Tak Sesuai UU
"Kita bebas melakukan lobi dengan semua negara, termasuk Amerika, demi keamanan global. Termasuk mempererat hubungan bilateral dalam upaya menangani konflik di Laut China Selatan," ujar Rudianto.
Politisi PDI Perjuangan ini berharap, Prabowo bisa memainkan peran aktif untuk mendinginkan suasana di Laut China Selatan dengan mengadakan perundingan dengan negara-negara yang berkepentingan di wilayah ini.
"Agar perdamaian dunia terwujud dengan baik," jelasnya.

















































































