Ikuti Kami

Sadarestuwati: Urgen!, Penguatan Nilai Kebangsaan di Sekolah-Sekolah Keagamaan Lewat Sosialisasi Empat Pilar

Upaya ini dinilai mendesak di tengah tantangan pengaruh budaya dan ekonomi global yang dinilai masuk tanpa filter.

Sadarestuwati: Urgen!, Penguatan Nilai Kebangsaan di Sekolah-Sekolah Keagamaan Lewat Sosialisasi Empat Pilar
Anggota Komisi IV DPR RI, Sadarestuwati.

Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi IV DPR RI, Sadarestuwati, menegaskan pentingnya penguatan nilai kebangsaan melalui sosialisasi empat pilar kebangsaan ke sekolah-sekolah berbasis keagamaan.

Upaya ini dinilai mendesak di tengah tantangan pengaruh budaya dan ekonomi global yang dinilai masuk tanpa filter.

Anggota parlemen tersebut menilai Nahdlatul Ulama selama ini menjadi garda terdepan dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). 

"Namun menurutnya, menjaga keutuhan bangsa tidak bisa hanya bergantung pada satu organisasi saja," katanya dikutip Rabu (18/2).

Ia menekankan perlunya kolaborasi lintas elemen masyarakat, termasuk seluruh organisasi keagamaan, untuk bersama-sama memperkuat ketahanan ideologi dan nasionalisme.

Sadarestuwati yang juga bertugas di parlemen pusat melalui DPR RI dan MPR RI menilai Indonesia saat ini menghadapi bentuk penjajahan baru, khususnya melalui pengaruh budaya dan ekonomi global.

Menurutnya, masuknya pengaruh luar kerap terjadi tanpa disadari masyarakat karena tidak adanya filter yang kuat dalam sistem sosial maupun pendidikan.

Ia mengungkapkan keinginannya agar materi empat pilar kebangsaan, Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika dapat lebih masif masuk ke sekolah berbasis keagamaan, termasuk lembaga pendidikan yang berada di bawah naungan Pergunu.

Karena selama ini belum banyak anggota legislatif yang aktif turun langsung ke sekolah-sekolah untuk mensosialisasikan nilai kebangsaan secara intensif.

Ia juga menyoroti adanya pergeseran karakter pelajar dibandingkan generasi sebelumnya. Menurutnya, dahulu murid memiliki rasa hormat, kepatuhan, dan ketawaduan yang tinggi kepada guru.

Namun saat ini, Mbak Estu sapaan akrabnya melihat adanya perubahan sikap, di mana sebagian pelajar dinilai lebih mengedepankan kenyamanan pribadi dan mengalami penurunan etika dalam berinteraksi dengan tenaga pendidik.

"Penguatan nilai kebangsaan dan karakter melalui pendidikan menjadi kunci penting untuk menjaga masa depan Indonesia," pungkasnya.

Quote