Jakarta, Gesuri.id - Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, MH. Said Abdullah, merealisasikan bantuan pengeboran sumur air bersih setelah menerima keluhan warga dalam agenda reses beberapa waktu lalu.
Pengeboran dilakukan melalui Said Abdullah Institute dengan kedalaman antara 100 hingga 150 meter. Langkah tersebut diambil menyusul laporan warga bahwa pengeboran sebelumnya di beberapa titik belum menemukan sumber air.
Said menyatakan bahwa pemenuhan kebutuhan air bersih merupakan kebutuhan mendasar masyarakat yang harus segera ditangani.
Baca: Ganjar Pranowo Ungkap Masyarakat Takut dengan Pajak
“Jangan sampai setiap musim kemarau warga selalu kesulitan air. Kalau memang harus dibor lebih dalam, kita upayakan hingga 100 sampai 150 meter,” ujarnya.
Sebelumnya, dalam kegiatan reses pada Sabtu (7/2/2026), warga Desa Giring menyampaikan langsung kondisi yang mereka alami setiap musim kemarau. Salah seorang warga menjelaskan bahwa upaya pengeboran telah difasilitasi pemerintah desa di empat titik, namun belum membuahkan hasil.
“Kemarin sudah dibor di beberapa titik, tapi belum menemukan sumber air. Kemungkinan memang harus lebih dalam,” ungkapnya saat dialog berlangsung.
Menanggapi aspirasi tersebut, Said yang juga menjabat Ketua Badan Anggaran DPR RI menyatakan komitmennya untuk segera menindaklanjuti kebutuhan warga. Ia menegaskan bahwa persoalan air bersih tidak boleh terus menjadi beban masyarakat.
Baca: Ganjar Tekankan Kepemimpinan Strategis yang Berani
“Secepatnya dikerjakan. Jangan sampai masyarakat terus berkutat pada persoalan air,” tegasnya.
Ia juga menyampaikan bahwa bantuan pengeboran tersebut merupakan inisiatif pribadinya sebagai bentuk tanggung jawab moral terhadap konstituen, tanpa membebankan pembiayaan kepada pemerintah daerah maupun pemerintah pusat.
Dengan dimulainya proses pengeboran, warga Desa Giring berharap krisis air bersih yang selama ini terjadi saat kemarau dapat teratasi secara berkelanjutan.

















































































