Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi I DPR RI, Sarifah Ainun Jariyah, mengingatkan pemerintah untuk mengambil langkah proaktif dalam memitigasi dampak potensi gejolak geopolitik global, termasuk konflik di Timur Tengah serta ketegangan wilayah di Laut China Selatan (LCS) terhadap stabilitas ekonomi dan politik dalam negeri.
"Tentu saja kita akan terus memantau sejauh mana perkembangan geopolitik dunia yang secara tidak langsung berpengaruh terhadap Indonesia. Kita harus mencari langkah-langkah pencegahan agar pengaruh geopolitik global tidak terlalu berdampak pada ekonomi maupun politik dalam negeri," kata Politisi Fraksi PDI Perjuangan itu, dikutip Selasa (18/8/2026).
Pernyataan tersebut disampaikan Sarifah jelang Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI-DPD RI di lobby Nusantara II, Gedung Nusantara, DPR RI, Senayan, Jakarta.
Sarifah menegaskan, penyiapan skema pencegahan sejak dini penting dilakukan agar ketidakpastian global tidak membahayakan ketahanan pangan, energi, serta pasokan rantai industri nasional.
Menurutnya, ketegangan geopolitik internasional berpotensi memicu lonjakan harga minyak mentah dunia, pembengkakan biaya logistik maritim, hingga fluktuasi nilai tukar rupiah. Kondisi tersebut dapat memberikan tekanan terhadap perekonomian nasional apabila tidak diantisipasi secara tepat.
Selain itu, ketidakstabilan di Laut China Selatan juga membawa implikasi langsung terhadap hak berdaulat Indonesia di Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Natuna Utara.
Sarifah menilai dampak krisis internasional selalu berpotensi menjalar ke sektor riil domestik apabila tidak diantisipasi melalui kebijakan lintas sektoral yang solid. Karena itu, pemerintah perlu memastikan kesiapan menghadapi berbagai skenario yang mungkin muncul akibat dinamika geopolitik global.
Dalam konteks diplomasi, Komisi I DPR RI mendorong Kementerian Luar Negeri untuk terus memainkan peran aktif berdasarkan prinsip Politik Luar Negeri Bebas-Aktif.
Indonesia, lanjut Sarifah, diharapkan tetap konsisten mendorong dialog damai di panggung internasional sekaligus memperkuat kerja sama ASEAN. Upaya tersebut dinilai penting untuk menjaga kawasan Asia-Pasifik tetap stabil dan kondusif bagi pertumbuhan ekonomi.
Langkah antisipasi, menurutnya, perlu dilakukan secara menyeluruh dengan memperkuat koordinasi antarlembaga agar setiap potensi dampak geopolitik terhadap ekonomi, energi, pangan, dan stabilitas nasional dapat diminimalkan sejak dini.

















































































