Ikuti Kami

Sasar Kemiskinan dari Dusun, Danang Maharsa: TPK Bukan Sekadar Penyalur Bantuan

Orientasi ini merupakan ruang refleksi untuk mengukur sejauh mana kebijakan pemerintah mampu menyentuh persoalan mendasar di masyarakat.

Sasar Kemiskinan dari Dusun, Danang Maharsa: TPK Bukan Sekadar Penyalur Bantuan
Ketua TKPK Kabupaten Sleman, Danang Maharsa.

Sleman, Gesuri.id– Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) Kabupaten Sleman menggelar orientasi bagi Tim Penanggulangan Kemiskinan (TPK) tingkat kalurahan dan padukuhan di Kapanewon Ngemplak, Rabu (16/4). 

Agenda ini bertujuan untuk memastikan seluruh program pengentasan kemiskinan di tingkat akar rumput berjalan optimal dan tepat sasaran.

Ketua TKPK Kabupaten Sleman, Danang Maharsa, menegaskan bahwa orientasi ini merupakan ruang refleksi untuk mengukur sejauh mana kebijakan pemerintah mampu menyentuh persoalan mendasar di masyarakat.

Baca: Kisah Unik Ganjar Pranowo di Masa Kecilnya untuk Membantu Ibu

"Orientasi TPK ini harus dimaknai sebagai langkah awal untuk membangun pemahaman yang sama. Tugas kita bukan sekadar menyalurkan bantuan, tetapi memastikan terjadinya perubahan yang berkelanjutan," tegas Danang.

Dalam diskusi langsung dengan para petugas lapangan, Danang yang juga menjabat sebagai Wakil Bupati Sleman ini menekankan pentingnya objektivitas dalam melihat kondisi riil di masyarakat. 

Ia menyoroti tiga pilar utama dalam intervensi kemiskinan:

1. Akurasi Data: Memastikan data kemiskinan sesuai dengan fakta di lapangan.

2. Ketepatan Sasaran: Menjamin bantuan diterima oleh mereka yang benar-benar membutuhkan.

3. Intervensi Sesuai Kebutuhan: Program yang diberikan harus relevan dengan masalah spesifik di wilayah tersebut.

Baca: Ini 5 Kutipan Inspiratif Ganjar Pranowo Tentang Anak Muda

Danang mengingatkan agar TPK tidak menempatkan warga hanya sebagai penonton atau penerima manfaat pasif. Ia mendorong adanya partisipasi aktif dari masyarakat dalam setiap proses pembangunan.

"Di sinilah pentingnya pendekatan berbasis data dan partisipasi masyarakat. Libatkan warga, dengarkan aspirasi mereka, dan jadikan mereka subjek dalam pembangunan, bukan sekadar objek," imbuhnya.

Ia mengakhiri arahannya dengan menekankan pentingnya sinergi antar-lini. Menurutnya, kolaborasi yang kuat antara tingkat kabupaten hingga padukuhan adalah kunci agar program penanggulangan kemiskinan menjadi lebih efektif, berdampak luas, dan berkelanjutan bagi kesejahteraan masyarakat Sleman.

Quote