Ikuti Kami

Sentil Operator Commuter Line, Legislator PDI Perjuangan: "Jangan Bikin Pengumuman Pas Warga Tidur!"

Pembatalan hingga sepuluh perjalanan KRL pada jam sibuk pagi hari seharusnya tidak terjadi lagi di masa mendatang.

Sentil Operator Commuter Line, Legislator PDI Perjuangan:

Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Sofwan Dedy Ardyanto, kembali menyoroti kualitas layanan transportasi publik di jalur Commuter Line rute Bogor–Jakarta.

​Hal tersebut dituturkannya menyusul pembatalan sepuluh perjalanan Kereta Rel Listrik (KRL) lintas Bogor–Jakarta pada Senin (19/10). 

Pembatalan ini menyebabkan penumpukan penumpang di sepanjang stasiun jalur tersebut. Menurut pihak PT KAI, pembatalan armada terjadi karena sejumlah kereta tidak beroperasi akibat sedang menjalani perawatan oleh PT Industri Kereta Api (INKA) dan PT Kereta Commuter Indonesia (KCI).

Baca: Perjalanan Hidup Ganjar Pranowo Lengkap dengan Rekam Jejak

​Sofwan Dedy menegaskan bahwa pembatalan hingga sepuluh perjalanan KRL pada jam sibuk pagi hari seharusnya tidak terjadi lagi di masa mendatang.

​“Operator commuter line mestinya punya jadwal perawatan rangkaian KRL dengan mempertimbangkan layanan kepada konsumen, sehingga tidak mengganggu di jam-jam padat penumpang,” ujar Sofwan.

​Ia menambahkan, jadwal perawatan sarana harus diselaraskan dengan kebutuhan armada guna mempertahankan kapasitas angkut, khususnya pada rute dan waktu dengan volume penumpang tinggi.

​“Jangan sampai membatalkan terlalu banyak perjalanan dalam kurun waktu bersamaan yang pada akhirnya mengorbankan masyarakat pengguna KRL,” tegasnya.

​Berdasarkan regulasi, lanjut Sofwan, Standar Pelayanan Minimum (SPM) angkutan orang dengan kereta api telah diatur dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 63 Tahun 2019, khususnya Pasal 7 yang mengatur SPM angkutan kereta api perkotaan.

​Ia pun menyayangkan sikap operator KRL Commuter Line yang baru mengumumkan pembatalan perjalanan tersebut pada Minggu (18/10/2026) pukul 23.20 WIB melalui akun Threads resmi @commuterline. Saat itu, perjalanan yang diumumkan batal berjumlah tujuh perjalanan. Namun, pada Senin pagi, jumlah perjalanan yang dibatalkan bertambah tiga menjadi sepuluh perjalanan.

Baca: Mengenal Sosok Ganjar Pranowo. Keluarga, Tempat Bersandar

​“Pengumumannya hanya lima jam sebelum keberangkatan KRL paling pagi yang dibatalkan, itu pun sudah menjelang tengah malam. Jangan-jangan pengguna KRL sudah tidak sempat membaca pengumuman di akun media sosial tersebut,” kritik Sofwan.

​Oleh karena itu, Sofwan meminta agar pengumuman pembatalan perjalanan KRL dalam jumlah signifikan pada jam sibuk dapat disampaikan satu atau dua hari sebelumnya. Hal ini penting agar masyarakat pengguna moda transportasi publik dapat merencanakan alternatif perjalanan.

​“Sekali lagi, jangan dadakan. Jangan pula membatalkan hingga sepuluh perjalanan,” pungkasnya.

Quote