Ikuti Kami

Andreas Eddy Susetyo Dorong Anak Muda Kembangkan Ekonomi Hijau Berbasis Konservasi Mangrove.

Generasi muda perlu melihat pelestarian lingkungan sebagai peluang untuk menciptakan kegiatan produktif.

Andreas Eddy Susetyo Dorong Anak Muda Kembangkan Ekonomi Hijau Berbasis Konservasi Mangrove.
Anggota DPR RI Andreas Eddy Susetyo.

Malang, Gesuri.id – Anggota DPR RI Andreas Eddy Susetyo mendorong generasi muda di kawasan pesisir untuk mengembangkan peluang usaha berbasis pelestarian lingkungan.

Upaya konservasi hutan dan mangrove, pengolahan sampah, hingga pemanfaatan sisa kayu menjadi produk bernilai jual dinilai dapat membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.

Dorongan tersebut disampaikan Andreas dalam lokakarya (workshop) Gerakan Merawat Pertiwi yang digelar di Pantai Asmara, Malang Selatan, Jumat (16/10).

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran generasi muda mengenai pentingnya menjaga kelestarian lingkungan sekaligus mengoptimalkan potensi ekonominya.

Baca: Ini 5 Kutipan Inspiratif Ganjar Pranowo Tentang Anak Muda

Andreas mengatakan, kegiatan konservasi tidak hanya berkontribusi terhadap kelestarian alam, tetapi juga berpotensi memberikan manfaat ekonomi apabila dikelola secara berkelanjutan.

“Manfaat daripada konservasi, baik itu hutan maupun konservasi mangrove, mempunyai nilai manfaat ekonomi,” ujar Andreas.

Menurut dia, generasi muda perlu melihat pelestarian lingkungan sebagai peluang untuk menciptakan kegiatan produktif. Salah satu upaya yang dapat dikembangkan adalah mengolah sisa kayu menjadi kerajinan tangan dan suvenir yang memiliki nilai jual.

Produk tersebut diharapkan dapat dipasarkan kepada wisatawan yang berkunjung ke kawasan pesisir. Dengan demikian, pemanfaatan bahan sisa tidak hanya mengurangi limbah, tetapi juga berpotensi menjadi sumber pendapatan bagi masyarakat setempat.

Selain pengolahan sisa kayu, pengelolaan sampah juga menjadi salah satu bidang yang dapat dikembangkan. Andreas menilai sampah dapat memiliki nilai ekonomi apabila dipilah dan diolah dengan metode yang tepat.

Program pemberdayaan dalam Gerakan Merawat Pertiwi juga diarahkan kepada kelompok perempuan di keluarga nelayan. Mereka didorong mengembangkan usaha pengolahan hasil laut untuk menambah pendapatan keluarga, terutama ketika kondisi cuaca tidak memungkinkan nelayan melaut.

“Untuk bisa menambahkan pendapatan ekonomi mereka, ketika nelayan tidak bisa melaut, salah satu sumber pendapatannya adalah bagaimana ibu-ibu bisa mengembangkan hasil laut tersebut,” katanya.

Pengolahan hasil laut diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah produk perikanan sekaligus membuka peluang usaha bagi keluarga nelayan. Melalui kegiatan tersebut, masyarakat pesisir diharapkan memiliki alternatif sumber penghasilan yang dapat dijalankan sesuai dengan potensi daerahnya.

Baca: Kisah Unik Ganjar Pranowo di Masa Kecilnya untuk Membantu Ibu

Di sisi lain, Andreas juga mendorong nelayan mempertimbangkan pengembangan usaha budi daya ikan di kawasan pesisir. Kegiatan tersebut dapat menjadi alternatif untuk melengkapi usaha penangkapan ikan yang selama ini bergantung pada kondisi cuaca dan laut.

Melalui berbagai kegiatan tersebut, Gerakan Merawat Pertiwi berupaya menghubungkan pelestarian lingkungan dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Konservasi mangrove, pengolahan limbah, pengembangan produk kerajinan, dan pemanfaatan hasil laut menjadi bagian dari upaya membangun ekonomi hijau di kawasan pesisir.

Pendekatan ini diharapkan dapat meningkatkan keterlibatan generasi muda dalam menjaga lingkungan sekaligus mendorong tumbuhnya usaha produktif di masyarakat.

Dengan pengelolaan yang tepat dan berkelanjutan, potensi sumber daya pesisir tidak hanya dapat mendukung kelestarian ekosistem, tetapi juga memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat yang menggantungkan hidupnya pada lingkungan laut dan sekitarnya.

Quote