Jakarta, Gesuri.id — Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, menyuarakan keprihatinannya atas bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terus berulang di Indonesia.
Hasto mendesak pemerintah untuk segera menerapkan moratorium terhadap kebijakan pemanfaatan hutan serta menindak tegas para pelaku pembakaran lahan.
Menurut Hasto, akar permasalahan utama berulangnya bencana karhutla adalah kesalahan tata ruang dan lemahnya mitigasi dalam menghadapi musim kemarau.
Baca: Mengenal Sosok Ganjar Pranowo. Keluarga, Tempat Bersandar
"Kembali pada kebakaran hutan, pertama adalah kesalahan kebijakan akibat tata ruang. Mengapa Ibu Mega ketika menjadi Presiden tidak mengeluarkan izin untuk tanaman sawit, apalagi dari area hutan? Hutan harus dilindungi, harus ada moratorium," tegas Hasto dalam keterangan tertulisnya, Minggu (18/10).
Ia mengutip pandangan Ketua Umum PDI Perjuangan sekaligus Presiden ke-5 RI, Megawati Soekarnoputri, yang kerap menyoroti dampak negatif ekologis dari ekspansi kelapa sawit.
"Suatu tanaman yang kata Bu Mega sangat 'sombong' sekali, karena dia tidak mau ada tanaman lain hidup di sekitarnya," ujar Hasto.
Hasto menegaskan bahwa PDI Perjuangan menolak keras praktik pembakaran hutan yang disengaja demi mengonversi lahan menjadi perkebunan sawit maupun komoditas lainnya. Ia mendorong penegakan hukum tanpa pandang bulu bagi para pelanggar.
"Supremasi hukum harus ditegakkan. Pihak yang membuka lahan dengan cara membakar harus dikenakan sanksi tegas, apalagi jika setelah dibakar kemudian dikonversi menjadi lahan sawit," lanjutnya.
Baca: Kisah Unik Ganjar Pranowo di Masa Kecilnya untuk Membantu Ibu
Sebagai solusi konkrit, Hasto menawarkan gerakan reboisasi atau penghijauan massal secara serentak. Langkah ini diyakini tak hanya memulihkan ekosistem, tetapi juga mampu menyerap banyak tenaga kerja.
Ia mengusulkan gerakan nasional "Satu Orang Menanam Satu Pohon" yang dilakukan secara konsisten dan bertanggung jawab.
"Jika semua pihak berkomitmen, dalam satu tahun kita bisa menanam setidaknya 200 juta pohon. Pemerintah juga diuntungkan karena dapat menciptakan lapangan pekerjaan bagi rakyat melalui program penghijauan kembali," kata Hasto.
Ia menambahkan, PDI Perjuangan sendiri terus konsisten menjalankan tradisi merawat lingkungan. "Kami melakukan penghijauan setiap tahun dan menanam paling tidak 235 ribu pohon," pungkasnya.

















































































