Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi VI DPR RI dari fraksi PDI Perjuangan, Sturman Panjaitan, memastikan stok bahan bakar minyak (BBM) nasional dalam kondisi aman selama Ramadan 2026. Namun, ia menyoroti persoalan distribusi yang dinilai belum merata sehingga masih terjadi antrean panjang kendaraan di sejumlah daerah.
"Kami sudah rapat dengar pendapat, bahkan tinjau langsung ke kilang Balikpapan. Laporannya stok tidak kurang, cuma menumpuk di satu tempat," kata Sturman, Rabu (25/2).
Ia menegaskan bahwa persoalan utama bukan terletak pada ketersediaan BBM, baik subsidi maupun nonsubsidi, melainkan pada sistem distribusi yang dinilai belum berjalan optimal. Hal itu ia temukan saat melakukan kunjungan spesifik ke fasilitas energi di Kalimantan Timur.
Menurutnya, terjadi anomali di daerah penghasil energi seperti Balikpapan, di mana masyarakat justru mengalami kelangkaan BBM di tingkat pengecer.
"Bagaimana mungkin di Balikpapan ada kilang besar, tapi masyarakatnya harus antre dengan alasan stok kosong? Ini yang harus dievaluasi," ucapnya.
Selain menyoroti distribusi BBM, legislator daerah pemilihan Kepulauan Riau itu juga mengingatkan pemerintah terkait stabilitas harga sembilan bahan pokok (sembako) selama Ramadan hingga menjelang Lebaran.
"Jangan tunggu harga beras, minyak, dan gula melambung baru bergerak. Operasi pasar harus dilakukan sekarang untuk menjaga daya beli masyarakat," tegas Sturman.
Meski tengah memasuki masa reses, ia memastikan Komisi VI DPR RI akan terus mengawasi mitra kerja agar distribusi BBM merata dan harga kebutuhan pokok tetap terkendali selama Ramadan 2026.

















































































