Pontianak, Gesuri.id — Di tengah keterbatasan anggaran atau fiskal daerah, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci utama untuk mengakselerasi pembangunan dan pertumbuhan ekonomi.
Hal tersebut ditegaskan oleh Bupati Kubu Raya, Sujiwo, saat menjadi narasumber dalam kegiatan Pengembangan Kompetensi Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di lingkungan Pemprov Kalimantan Barat, Sabtu (25/7).
Berbicara di Balai Petitih Kantor Gubernur Kalimantan Barat, Sujiwo membagikan pengalamannya memimpin Kabupaten Kubu Raya. Menurutnya, keterbatasan fiskal tidak boleh dijadikan alasan untuk memperlambat pembangunan daerah.
Baca: Ganjar Bangga dengan Kualitas Bahan Aspal Karya Anak Bangsa
"Dalam kondisi fiskal daerah yang terbatas, kolaborasi bukan lagi pilihan, melainkan keharusan," ujar Sujiwo di hadapan para pejabat jajaran Pemprov Kalbar.
Ia menjelaskan bahwa kolaborasi harus dibangun secara menyeluruh, baik di internal pemerintahan maupun dengan pihak eksternal. Secara internal, sinergi yang solid antara kepala daerah, wakil kepala daerah, sekretaris daerah, hingga jajaran perangkat daerah menjadi fondasi utama. Sementara secara eksternal, pemerintah daerah perlu merangkul pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dunia usaha, serta seluruh pemangku kepentingan (stakeholders).
Lebih lanjut, Sujiwo menekankan bahwa kolaborasi yang kuat hanya dapat terwujud jika didasari oleh kepercayaan publik (public trust). Kepercayaan tersebut tidak datang dengan sendirinya, melainkan lahir dari pelayanan publik yang berkualitas, profesional, dan berdampak langsung pada masyarakat.
"Kepercayaan publik akan tumbuh ketika pelayanan berjalan dengan baik. Dari situlah kolaborasi menjadi kuat dan percepatan pembangunan bisa tercipta," tegasnya.
Dalam alur pelayanan tersebut, Sujiwo menyoroti peran strategis Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai ujung tombak pemerintahan. Menurutnya, ASN dituntut memiliki integritas, profesionalisme, karakter yang kuat, serta rasa tanggung jawab yang tinggi.
Baca: Kisah Unik Ganjar Pranowo di Masa Kecilnya untuk Membantu Ibu
Sebagai pimpinan daerah, Sujiwo berkomitmen untuk memposisikan dirinya sebagai pelindung (protector) sekaligus pendukung (supporter) bagi para ASN agar mereka dapat bekerja secara maksimal dan merasa aman dalam menjalankan tugas.
"ASN adalah aset utama pemerintah. Ketika mereka bekerja dengan baik, saya wajib memberikan perlindungan dan dukungan agar mereka tenang dalam melayani masyarakat. Tanpa ASN yang profesional, pelayanan publik tidak akan berjalan," tambah Sujiwo.
Menutup pemaparannya, Sujiwo menegaskan bahwa berbagai capaian pembangunan di Kabupaten Kubu Raya selama ini merupakan buah dari kerja keras bersama (teamwork), bukan kerja individu. Sinergi yang dirawat lewat pelayanan prima terbukti mampu menggerakkan roda pembangunan daerah secara lebih cepat dan berkelanjutan.
















































































