Jakarta, Gesuri.id – Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Bogor, H. Slamet Mulyadi, S.H., menggelar reses Masa Persidangan III Tahun Sidang 2026. Kegiatan ini berlangsung di Kampung Pasir Menjul, Desa Pasir Jaya, Kecamatan Cigombong, Senin (13/7).
Acara ini dihadiri oleh Ketua beserta jajaran pengurus PAC PDI Perjuangan, tokoh masyarakat, ketua RT/RW, insan pers, serta tamu undangan lainnya.
Melalui sesi tanya jawab yang interaktif, Slamet Mulyadi secara langsung menerima, menampung, dan berdiskusi mengenai berbagai keluhan serta aspirasi dari warga setempat.
Slamet Mulyadi menjelaskan bahwa sebagai kader PDI Perjuangan, ia diwajibkan untuk melaksanakan reses secara mandiri agar bisa menyentuh langsung akar rumput, baik pengurus partai maupun masyarakat luas.
Baca: Kisah Perjuangan Ganjar dari Mahasiswa Sampai Jadi Capres
"Hari ini saya melaksanakan reses masa sidang ketiga. Di PDI Perjuangan, kami diwajibkan melakukan reses secara mandiri—bukan berkelompok—agar bisa langsung bertemu dan bertatap muka dengan konstituen serta pengurus partai di bawah," ujar Slamet.
Ia menambahkan, rangkaian reses ini akan berlangsung selama beberapa hari ke depan di beberapa titik wilayah Daerah Pemilihan (Dapil) III.
"Alhamdulillah, hari ini saya di Cigombong. Besok agenda reses berlanjut ke Kecamatan Caringin, dan hari berikutnya di Kecamatan Ciawi. Kegiatan reses ini memang dioptimalkan selama tiga hari di tiga tempat berbeda," jelasnya.
Dalam serap aspirasi tersebut, masalah pengelolaan sampah dan fasilitas pendidikan menjadi isu utama yang dikeluhkan oleh warga. Slamet mengaku sangat mengapresiasi kesadaran warga Cigombong yang mulai peduli terhadap isu lingkungan.
"Warga mengeluhkan masalah pengangkutan dan ketiadaan armada sampah. Saya sangat senang masyarakat justru meminta solusi untuk masalah ini. Sampah adalah urusan bersama yang wajib kita dukung. Pemerintah daerah harus hadir memberikan sarana dan prasarana, mulai dari bank sampah, tempat pembuangan, hingga alat pembakaran yang ramah lingkungan," tegas Slamet.
Selain isu lingkungan, Slamet juga merespons harapan warga terkait pemenuhan fasilitas pendidikan, khususnya kehadiran Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) di wilayah tersebut. Ia bahkan menantang awak media dan masyarakat untuk ikut memberikan informasi mengenai aset lahan milik pemerintah.
Baca: Perjalanan Hidup Ganjar Pranowo Lengkap dengan Rekam Jejak
"Terkait usulan SMKN, jika teman-teman wartawan atau warga memiliki informasi mengenai tanah pemda seluas sekitar 5.000 meter hingga satu hektar yang strategis, mari kita dorong bersama agar Pemerintah Kabupaten Bogor segera membangun SMKN di wilayah Dapil III ini," tambahnya.
Di tempat yang sama, Bendahara PAC PDI Perjuangan Kecamatan Cigombong, Jajam Jamasari, menyatakan bahwa agenda reses seperti ini dampaknya sangat dirasakan nyata oleh masyarakat.
Sebagai bukti, Jajam membeberkan sejumlah usulan reses tahun lalu yang sukses diakomodasi dan direalisasikan oleh Slamet Mulyadi melalui program kerja Pemerintah Kabupaten Bogor.
"Alhamdulillah, hasil aspirasi reses tahun lalu sudah terakomodir, di antaranya program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) dan bantuan motor roda tiga untuk gerobak sampah. Untuk Rutilahu, saat ini tinggal tahap pelaksanaan fisik sebanyak 3 unit rumah yang tersebar di Desa Cigombong, Desa Srogol, dan Desa Ciburayut. Acara reses seperti ini jelas sangat membantu masyarakat," pungkas Jajam.

















































































