Ikuti Kami

Temuan Senjata Api dan Narkotika di Sekolah, TB Hasanuddin Desak Usut Tuntas

Kepemilikan senjata sebanyak itu mengindikasikan adanya prosedur yang diduga telah dilanggar.

Temuan Senjata Api dan Narkotika di Sekolah, TB Hasanuddin Desak Usut Tuntas
Temuan berupa sejumlah senjata api dan airsoft gun di salah satu ruangan yayasan sekolah swasta di kawasan Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Kamis (6/8/2026). (ANTARA/HO-Dokumentasi Pribadi)

Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi I DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, TB Hasanuddin, menilai temuan 995 pucuk senjata api dan narkotika di sebuah sekolah swasta di kawasan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, merupakan persoalan yang sangat serius. 

Menurutnya, aparat penegak hukum harus mengusut kasus tersebut secara menyeluruh karena menyangkut keamanan negara sekaligus keselamatan masyarakat.

"Sebanyak 995 pucuk senjata api bukanlah jumlah yang sedikit. Kepemilikan senjata sebanyak itu mengindikasikan adanya prosedur yang diduga telah dilanggar, karena tidak mungkin seseorang secara sah memiliki senjata dalam jumlah sebesar itu," ujar TB Hasanuddin.

TB Hasanuddin menegaskan, kepemilikan senjata api dalam jumlah besar oleh pihak sipil tidak dapat dianggap sebagai hal yang biasa. Ia menilai temuan tersebut harus menjadi perhatian serius aparat karena berpotensi menimbulkan ancaman terhadap keamanan apabila senjata-senjata tersebut jatuh ke tangan pihak yang tidak bertanggung jawab.

Ia menambahkan, selain senjata api, aparat juga menemukan narkotika. Menurutnya, kedua barang bukti tersebut merupakan dugaan tindak pidana yang harus diproses secara serius sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

"Senjata api yang jatuh ke tangan pihak yang tidak bertanggung jawab dapat membahayakan masyarakat bahkan mengancam keamanan negara. Begitu pula dengan narkotika yang harus diusut untuk mengetahui tujuan kepemilikan maupun jaringan peredarannya," kata TB Hasanuddin.

Lebih lanjut, TB Hasanuddin meminta penyidik tidak berhenti pada penyitaan barang bukti semata. Ia menilai aparat harus menelusuri asal-usul seluruh senjata api dan narkotika tersebut, termasuk pihak-pihak yang terlibat dalam kepemilikan maupun penyimpanannya.

"Kasus ini harus diusut hingga tuntas. Aparat perlu mengungkap dari mana senjata api itu berasal, bagaimana bisa tersimpan di lingkungan sekolah, dari mana narkotika diperoleh, serta siapa saja yang bertanggung jawab. Semua pihak yang terbukti terlibat harus diproses sesuai hukum," katanya.

Menurut TB Hasanuddin, pengurus yayasan maupun pihak pengelola sekolah juga perlu dimintai keterangan untuk memastikan ada atau tidaknya pengetahuan maupun keterlibatan mereka terkait keberadaan barang-barang tersebut.

"Apabila memang ditemukan senjata api dan narkotika dalam jumlah besar di lingkungan sekolah, tentu perlu didalami apakah pengurus yayasan maupun pengelola sekolah mengetahui keberadaan barang-barang tersebut. Semua fakta harus dibuka secara transparan melalui proses penyelidikan dan penyidikan," pungkasnya.

Sebelumnya, warga Jakarta digegerkan dengan temuan 995 senjata api di sebuah bunker tersembunyi yang berada di bawah bangunan sekolah swasta di kawasan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. 

Selain berbagai jenis senjata api seperti kaliber 5,56 mm, kaliber 40, kaliber 9 mm, Walther, kaliber 22, dan karabin M4, aparat juga menemukan alat pembuat peluru, magazine jenis Glock, serta 30 butir amunisi. 

Hingga kini, kepolisian masih mendalami kasus tersebut, sementara seluruh barang bukti telah diamankan di Polda Metro Jaya untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.

Quote