Ikuti Kami

Untuk PON 2028, Lasarus Usulkan GOR 17 Desember Turide, Kota Mataram, NTB, Direnovasi

GOR ini di bangun sejak 1980 dan kondisinya tidak layak. Apalagi ini akan jadi tuan rumah PON 2028.

Untuk PON 2028, Lasarus Usulkan GOR 17 Desember Turide, Kota Mataram, NTB, Direnovasi
Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus saat memimpin rombongan Komisi V DPR RI meninjau GOR 17 Desember Turide Kota Mataram.

Jakarta, Gesuri.id - Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus, mengusulkan agar GOR 17 Desember Turide, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), terlebih dahulu direnovasi untuk memenuhi kebutuhan penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028. Menurutnya, langkah tersebut menjadi solusi paling realistis mengingat waktu yang tersisa menuju pelaksanaan PON tidak memungkinkan dilakukan pembangunan stadion baru secara menyeluruh.

"GOR ini di bangun sejak 1980 dan kondisinya tidak layak. Apalagi ini akan jadi tuan rumah PON 2028," ujarnya saat memimpin rombongan Komisi V DPR RI meninjau GOR 17 Desember Turide Kota Mataram, dikutip Senin (26/7/2026).

Lasarus menjelaskan, secara ideal GOR 17 Desember Turide membutuhkan revitalisasi total agar menjadi fasilitas olahraga modern yang mampu memenuhi standar penyelenggaraan ajang nasional maupun internasional. Namun, proses pembangunan stadion baru diperkirakan membutuhkan waktu lebih dari dua tahun sehingga tidak memungkinkan diselesaikan sebelum PON 2028.

"Kalau kita revitalisasi, kita akan robohkan semua dulu untuk membangun stadion dengan kapasitas 20 ribu hingga 40 ribu penonton. Tapi kalau kita robohkan waktu nggak cukup dalam waktu 2 tahun. Tadi sudah dihitung-hitung butuh dana Rp700 miliar. Makanya untuk sementara kita pakai pola renovasi dulu, setelah PON selesai baru kita revitalisasi," tegas Lasarus.

Ia menilai kawasan GOR Turide memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi kompleks olahraga terpadu. Dengan luas lahan mencapai 11 hektare, kawasan tersebut dinilai cukup memadai untuk menghadirkan berbagai fasilitas olahraga yang lebih lengkap sekaligus mendukung pengembangan sektor olahraga di NTB.

"Luas lahan 11 hektare itu saya kira cukup membangun fasilitas olahraga baik itu lapangan bola, lintasan atletik. Kemudian pencak silat. Apalagi di sini ada Mandalika, sehingga andai kata Indonesia jadi tuan rumah Piala Dunia, GOR Turide bisa menjadi salah satu lokasi pertandingan. Apalagi bandara NTB sudah biasa melayani tamu dalam jumlah besar," terangnya.

Meski revitalisasi total tetap menjadi target jangka panjang, Lasarus menegaskan bahwa prioritas saat ini adalah memastikan venue siap digunakan pada PON 2028 melalui renovasi yang dapat diselesaikan dalam waktu yang tersedia.

"Karena waktu terbatas menuju PON 2028, pembangunan baru dipandang tidak memungkinkan dalam jangka pendek. Makanya fokus ke renovasi dulu. Revitalisasi penuh tetap direncanakan untuk fase pasca-PON agar hasil akhir lebih modern dan komprehensif," ucapnya.

Terkait pembiayaan renovasi, Lasarus menyebut skema pendanaan akan dibahas lebih lanjut antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi NTB. Ia memastikan kebutuhan renovasi GOR Turide akan tetap menjadi perhatian karena NTB telah resmi ditetapkan sebagai tuan rumah PON 2028.

"Nanti daerah berapa, pusat berapa. Tapi yang pasti ada jalan keluar. Karena NTB sudah ditunjuk jadi tuan rumah PON, tidak ada cerita untuk kita tidak selesaikan. Target renovasi sebelum PON, sedangkan revitalisasi setelah PON," katanya.

Quote