Magelang, Gesuri.id — Anggota Komisi IX DPR RI, Vita Ervina, menekankan pentingnya peran kader Posyandu sebagai ujung tombak edukasi kesehatan di masyarakat.
Hal tersebut disampaikannya saat menggelar Sosialisasi Keamanan Obat dan Makanan bekerja sama dengan Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Semarang di Kabupaten Magelang.
Di hadapan sekitar 200 kader Posyandu dari empat kecamatan, Vita menegaskan bahwa pemahaman mengenai produk yang aman, bermutu, dan layak dikonsumsi harus dimulai dari tingkat desa.
Baca: Inilah Profil dan Biodata Ganjar Pranowo
“Kami ingin kader Posyandu lebih mengenali mana obat dan makanan yang aman dikonsumsi. Sebagai ujung tombak di tengah masyarakat, mereka bisa meneruskan edukasi ini kepada warga sekitar agar setiap keluarga dapat terlindungi,” ujar Vita.
Tak hanya fokus pada konsumsi harian masyarakat, Vita juga menyoroti peran strategis pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal. Menurutnya, kesadaran memilah obat dan makanan aman harus berjalan beriringan dengan legalitas produk olahan pangan yang beredar di Magelang.
Vita mendorong para pelaku UMKM untuk aktif mengurus izin edar resmi. Selain menjamin keamanan konsumen, legalitas dianggap mampu meningkatkan daya saing serta kepercayaan publik terhadap produk lokal.
“Langkah ini sangat penting untuk menekan peredaran produk makanan olahan yang tidak memenuhi standar kesehatan,” tegas Politisi DPR RI tersebut.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Ketua Tim Kerja Informasi dan Komunikasi BBPOM Semarang, Theresia Ari Wijayanti, S.H., serta Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dispermades) Kabupaten Magelang, Margono.
Baca: Mengenal Sosok Ganjar Pranowo. Keluarga, Tempat Bersandar
Pemerintah Kabupaten Magelang pun menyambut positif inisiatif Komisi IX DPR RI dan BBPOM Semarang tersebut. Margono menilai, penguatan kapasitas kader Posyandu sangat linier dengan agenda besar daerah dalam menjaga kualitas kesehatan warga.
“Peningkatan kapasitas kader Posyandu ini sangat penting dan sejalan dengan upaya daerah dalam mencegah angka stunting serta meningkatkan derajat kesehatan masyarakat,” ungkap Margono.
Melalui sinergi ini, para kader Posyandu diharapkan mampu menjadi agen perubahan (agent of change) di lingkungan masing-masing. Selain aktif mengedukasi warga dalam memilih produk aman, mereka juga diharapkan mendukung keberadaan produk pangan lokal yang telah memenuhi standar kesehatan.

















































































