Ikuti Kami

Wali Kota Bitung Tertarik Budidaya Maggot dari Sampah

Maggot atau dalam penyebutan lain disebut dengan belatung merupakan larva dari jenis lalat Black Soldier Fly (BSF) atau Hermetia Illucens.

Wali Kota Bitung Tertarik Budidaya Maggot dari Sampah
Wali Kota Bitung Maurits Mantiri dan jajaran ketika melihat budidaya Moggot di TPA Karangdiyeng di Kota Mojokerto Jatim. (sumber: manadotribunnewscom)

Bitung, Gesuri.id - Wali Kota Bitung Maurits Mantiri mengatakan Pemkot Bitung, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) tertarik dengan budidaya maggot dari sampah buah atau sayur.

Maggot atau dalam penyebutan lain disebut dengan belatung merupakan larva dari jenis lalat Black Soldier Fly (BSF) atau Hermetia Illucens dalam bahasa Latin. 

Baca Masinton Pasaribu Nilai Luhut Binsar Reinkarnasi Soeharto 

Seperti yang sudah disebutkan bahwa maggot merupakan larva dari jenis lalat yang awalnya berasal dari telur dan bermetamorfosis menjadi lalat dewasa.

Menurut Maurits Mantiri, budidaya maggot sudah dilakukan oleh kelompok Tani bernama Masyarakat Sejahterakan Perani di Kota Mojokerto, Provinsi Jawa Timur.

“Jadi, kemarin kami bersama Kadis Lingkungan Hidup Merianti Dumbela dan Kadis PUPR Rudy Theno, melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Karangdiyeng Kota Monokerto. 

Di sana organik diolah jadi biokonversi maggot dan ini yang menarik karena bisa diterapkan di TPA Aertembaga Kota Bitung,” kata Maurits Mantiri dalam keterangan resmi, Kamis (7/4). 

Di lokasi TPA Karangdiyeng, Wali Kota Bitung Maurits berserta jajarannya mengagumi inovasi pengolahan sampah yang dilakukan Kelompok Tani Masyarakat Sejahterakan Petani.

Memadukan pertanian dengan nama program pertanian terpadu berbasis sampah kota, dengan memanfaatkan maggot. 

Selain itu di TPA Karangdiyeng, ada dua manfaat yang didapatkan dari pengolahan sampah, yakni sampah non organik diolah menjadi paving blok dan ganteng. 

Baca Adian: Kenaikan BBM Era Soeharto 700%, SBY 259%, Jokowi 16%

Terkait dengan budidaya maggot, menurut Maurits Mantiri tidak begitu sulit untuk dikembangkan, mengingat maggot berkembang biak dengan alami di alam sehingga mudah untuk mendapatkannya. 

Maggot bertahan hidup pada lingkungan tropis maupun subtropis sehingga potensi mengembangbiakannya sangat mudah dilakukan di Indonesia, termasuk Kota Bitung yang memiliki iklim tropis.

“Untuk mendatangkan maggot pada dasarnya cukup mudah. Makanya setelah ini, kami akan mengirim utusan akan mengikuti pelatihan di TPA Karangdiyeng,” janjinya. Dilansir dari tribunmanado.

 

Kurator: Syahrul

Quote