Magelang, Gesuri.id - Wali Kota Magelang yang juga politisi PDI Perjuangan Damar Prasetyono menyinggung fenomena sosial yang terjadi belakangan ini, yakni terkait laporan pencurian penutup gorong-gorong di sejumlah titik di Kota Magelang.
Ia menyatakan maraknya pencurian tersebut bukanlah cerminan budaya masyarakat Kota Magelang.
"Saya yakin itu bukan budaya orang Kota Magelang. Kita butuh menumbuhkan budaya baru, yaitu budaya peduli. Saling mengingatkan bahwa mencuri itu tidak baik dan membahayakan orang lain. Inilah esensi kebudayaan yang sebenarnya, yakni perilaku dan etika hidup bermasyarakat," katanya saat sarasehan bertajuk Dialog Pemajuan Kebudayaan, pekan lalu. Sarasehan ini diikuti para seniman, pegiat budaya, dan akademisi, Minggu (01/02).
Menurut Damar, dialog bukan sekadar seremonial, melainkan sarana untuk mengisi ruang jiwa dan pikiran, guna melahirkan referensi baru dalam membangun kota. "Dialog sangat penting untuk menyamakan persepsi dan membangun kepercayaan," ucapnya.
Dalam konteks kebudayaan, lanjut dia, peran pemerintah bukan untuk mengendalikan, melainkan membina dan memastikan ekosistem kebudayaan tetap lestari, berkembang, serta memberi makna nyata bagi masyarakat.
Sementara itu, Kepala Disdikbud Kota Magelang Nurwiyono Slamet Nugroho menyatakan, Kota Magelang merupakan kota kecil yang memiliki historis kuat yang harus dipertahankan. Karenanya, Disdikbud bukan lagi sekadar penjaga museum, tapi juga fasilitator bagi empat pilar utama. Yakni, perlindungan, pengembangan, pemanfaatan, dan pembinaan. "Kota Magelang memang kecil secara geografis, tapi secara historis dan budaya, kita adalah raksasa," ungkapnya.
Diakuinya, tantangan sekarang adalah bagaimana 10 objek pemajuan kebudayaan (OPK) di Kota Magelang bisa tersentuh secara maksimal. Mulai dari seni pertunjukan hingga naskah kuno, bisa menjadi motor ekonomi kreatif tanpa menghilangkan kesakralannya.
Pihaknya berharap masukan dari para narasumber dan akademisi dapat menjadi landasan kebijakan strategis bagi Pemkot Magelang ke depan. "Kami ingin mewujudkan ekosistem yang harmonis dan humanis, menjadikan Kota Magelang sebagai rumah bersama bagi para seniman dan budayawan," harapnya.

















































































